Jumat, 27 Desember 2013

Pulangkan Rivaldo, serius nego Ozil




Manajemen kesulitan untuk menggaet gelandang serang Rizky ''Ozil” Yulian. Pemain muda Jebolan tim PON 2012 di Riau itu hingga kemarin belum deal, terkait dengan nilai kontrak untuk bermain dalam satu musim kompetisi Divisi Utama 2014 bersama PSIS Semarang.

Ozil yang musim lalu juga membela PSIS adalah salah satu dari tujuh pemain yang belum sepakat soal harga. Sementara, 11 pemain lainnya sudah siap musim depan membela Mahesa Jenar.  Karena belum ada kesepakatan harga, pemain yang pada tahun 2012 lalu memperkuat Persibangga Purbalingga di Divisi 1 itu, kemarin tidak ikut seleksi. Selain Rizky, yang belum deal adalah Iwan HW, yang bermain di posisi bek kanan.

Dengan mengenakan celana jeans dan kaus, Rizky kemarin tidak ikut seleksi lagi namun terlihat berada di tribun. Tak lama kemudian, pemain yang bermain impresif di musim lalu ini terlihat pembicaraan serius dengan Manajer PSIS Wahyu Winarto, saat memantau jalannya seleksi di pinggir lapangan. Keduanya tampak terlihat berdialog secara serius.

Wahyu Winarto dicegat usai pertemuan tersebut mengaku belum ada kesepakatan soal nilai kontrak. Dia menganggap permintaan Ozil terlalu tinggi. Itu tidak setara dengan pemain lainnya yang sudah terlebih dulu membubuhkan tanda tangan. Namun dia enggan menyebutkan besarnya kontrak yang diminta pemain asal Semarang itu.

''Ya kalau kemampuan teknik kan, tidak jauh beda dengan Vidi Hasiholan (gelandang). Teman-teman manajemen sangat mengapresiasi Vidi, kendati sebelumnya belum ada nego terhadap dia, selalu ikut seleksi di lapangan,” ungkap Wahyu Winarto.

Pria yang akrab disapa Liluk ini belum bisa memastikan apakah tetap akan gondeli Rizky, atau melepasnya untuk mencari pemain lain. Bukan hanya Rizky, nego terhadap pemain belakang Sunar Sulaiman dan striker Engkus Kuswaha juga belum ada kesepakatan. Sunar Sulaiman kemarin tetap mengikuti seleksi, sementara Engkus Kuswaha tidak terlihat, sedang Iwan HW, masih ikut seleksi.

''Sunar Sulaiman ini hampir ketemu angkanya. Untuk Iwan HW, dia sudah bertanya-tanya ke kami, dan komunikasinya berjalan baik. Besok (hari ini), akan kami rapatkan bersama manajemen yang lain, keputusannya nanti seperti apa,” jelasnya.

Manajemen menargetkan kontrak pemain lokal sudah selesai pada akhir Desember 2013. Karena pada 3 Januari 2014 akan dilakukan latihan perdana.

Sementara itu, Pelatih PSIS Eko Riyadi kemarin memulangkan Rivaldo, pemain sayap yang ikut seleksi. Pemain yang dibawa oleh striker gaek,  Rocky Putiray itu dinilai kurang menjanjikan. ''Besok katanya ada pemain sayap dari Persijap Jepara. Saya tidak enak sebut nama, besok lihat saja,” kata Eko Riyadi.


sindonews

Banderol kontrak pemain PSIS Rp100 juta



Nilai kontrak sejumlah pelamar PSIS Semarang sudah mencapai titik temu. Sampai dengan kemarin, jumlah pemain yang telah bersepakat terkait dengan penawaran harga dari manajemen untuk satu kompetisi musim ke depan sebanyak 7 pemain. Mereka dibanderol dengan harga per musim di bawah Rp100 juta.
Tiga dari tujuh pemain yang sudah deal adalah striker Hari Nur Yulianto, Andi Rohmat (gelandang) dan Catur Adi Nugroho, eks kiper PSIS musim lalu. Manajemen tidak akan terburu-buru dalam mengontrak pemain, karena kompetisi Divisi Utama baru akan dimulai Februari mendatang.

Penawaran harga kepada pemain, akan dilakukan secara bergelombang. Pada gelombang pertama, jumlah pemain yang mencapai kata sepakat ada 4 orang. Kemudian pada penawaran harga yang dilakukan manajemen pada Selasa (24/12) lalu, ada 3 orang yang bisa menerima.

Manajer PSIS Wahyu Winarto ketika dikonfirmasi tidak bersedia menyebutkan secara rinci, harga masing-masing pemain. Dia hanya mengatakan, pemain yang telah direkomendasi tersebut, disesuaikan dengan kemampuan keuangan manajemen. ''Kisarannya di bawah Rp100 juta, ini rata-rata harga pemain di Divisi Utama. Lha Persela Lamongan saja yang ISL Rp3 juta/bulan,” kata Wahyu Winarto.

Pria yang akrab disapa Liluk ini menambahkan, para pemain yang sudah bersepakat diantaranya Hari Nur, Andi Rohmat dan Catur. Pihaknya akan terus melakukan negosiasi harga pemain. Rencananya, nego hari ini akan dilakukan di markas PSIS Semarang di kompleks Stadion Citarum Semarang.

''Engkus Kuswaha (striker) sudah direkomendasi oleh pelatih, tapi belum ada pertemuan negosiasi, rencananya hari ini. Untuk Sunar Sulaiman, angkanya sudah mendekati titik temu,” paparnya.

Engkus Kuswaha sebelumnya membela Deltras Sidoarjo dan PSIM Yogyakarta. Pemain  energik itu juga beberapa musim lalu pernah memperkuat PSIS Semarang. Engkus sebenarnya baru ikut seleksi pada Senin (23/12) lalu. Meski demikian, dua hari penampilannya dalam session game di Stadion Jatidiri sudah memikat hati Pelatih Eko Riyadi.

Liluk menegaskan, manajemen tidak akan merekomendasi pemain yang minta nilai kontrak tidak wajar. Dirinya pun tidak mempermasalakan jika pemain hengkang, karena tidak ada kesepakatan harga. Menurutnya, harga standar pemain lokal di bawah Rp100 juta itu cukup wajar. “Kecuali kalau pemain asing lebih sedikit,” ucapnya.

Dari puluhan pelamar yang mengikuti seleksi, hingga Selasa lalu yang sudah direkomendasi pelatih sudah 19 orang. Pelatih PSIS Semarang Eko Riyadi mengatakan, pihaknya sudah memiliki gambaran kerangka tim musim depan. Namun demikian, pemain yang direkomendasi tersebut sepenuhnya ada di tangan manajemen, termasuk negosiasi harga.

''Jika tidak deal, ya kita ada cadangan. Makanya para pemain terus kami seleksi, ini agar ada gambaran pemain pengganti, jika pemain utama mundur dari negosiasi,” jelasnya.

Eko menambahkan, pemain asing dijadwalkan akan hadir pada seleksi pagi ini. Namun Eko mengaku tidak hapal siapa pemain yang akan mencoba peruntungan.


sindonews

PSIS Mulai Bidik Pemain Asing



Demi mendongrak performa tim, PSIS tetap akan menggunakan jasa pemain import dalam mengarungi Divisi Utama musim 2013/2013. Karenanya, sembari memantau seleksi, tim pelatih mendapatkan tugas tambahan, yakni membidik pemain-pemain asing.
Bila sekiranya kembali digulirkan regulasi tiga pemain asing, Pelatih PSIS Eko Riyadi akan mencari di tiga posisi, yakni striker, gelandang dan bek. Namun, bila hanya dua pemain asing, pelatih asal Semarang itu pun akan mengisi pemain asing di posisi striker dan gelandang.
''Sesuai kebijakan dari manajemen, PSIS tetap akan menggunakan pemain asing. Untuk jumlahnya, masih menunggu aturan mainnya. Sudah ada beberapa yang masuk daftar, namun akan dibicarakan lagi dengan manajemen,'' tutur pelatih kelahiran Semarang 27 November 1968 itu.
Yang menjadi teka-teki, siapa saja pemain asing yang diminati Eko. Hal itu menuntut kejelian sang arsitek, mengingat tak banyak pemain asing berkualitas yang mau tampil di Divisi Utama. Pilihan lain, pemain yang pernah bersinar namun sudah dimakan usia.
Kebanyakan, pemain asing yang masih moncer memilih klub-klub di Indonesia Super League (ISL). Selain karena gaji lebih besar, prestis yang ditawarkan lebih tinggi. Tak pelak, klub-klub Divisi Utama hanya mendapatkan sisa-sisa pemain yang tak laku di kompetisi kancah tertinggi.
Namun, Eko optimistis mendapatkan pemain asing berkualitas. Meski sudah mengantongi sejumlah nama, dia enggan menyebutkannya. Berbagai spekulasi muncul, mulai dengan menarik mantan anak asuhannya di Persitema Temanggung. Yakni striker Ntolo Arsene Aime dan bek Essomba Serge Marius yang sama-sama asal Kamerun.
Pilihan lainnya, kembali menggunakan jasa pemain asing PSIS musim lalu, yakni striker Addison Alves (Brasil), gelandang Ronald Fagundez (Uruguay) dan bek Morris Power (Liberia), atau bahkan Emile Linkers (Belanda) yang dipecat di pertengahan musim.
Pilihan lain, mencari pemain asing yang belum pernah tampil di persepakbolaan Indonesia. Hal itu dilakukan Laskar Mahesa Jenar dalam beberapa musim terakhir. Seperti mendatangkan striker Simone Quientieri (Italia) dan Vitor Borges (Brasil). Kemudian Emile Linkers (Belanda) dan Addison Alves (Brasil) yang juga seorang striker.


suaramerdeka

Rabu, 25 Desember 2013

Eko Sudah Rekomendasikan 19 Pemain untuk PSIS


Hingga seleksi PSIS pada Selasa (24/12/2013), sang pelatih Eko Riyadi telah merekomendasikan 19 pemain yang dinilainya kredibel untuk memperkuat Mahesa Jenar di tahun 2014. Ke sembilan belas nama pemain tersebut kemudian diajukan kepada pihak manejemen untuk berlanjut ke proses negoisasi.
"Hari ini saya rekomendasikan lima pemain ke pihak manajemen, sehingga total dari tahap awal lalu sudah ada sembilan belas pemain," tandas Eko Riyadi kepada para wartawan seusal proses seleksi di Stadion Jatidiri, Selasa.
Seleksi berikutnya, akan dilaksanakan pada Kamis ini dengan masih mempertahankan sebanyak 26 pemain. Rencananya tetap akan ada pengurangan beberapa pemain di tahap tersebut.
Dalam seleksi yang diselenggarakan pada Selasa sore tersebut terdapat beberapa pemain yang mangkir dalam proses seleksi. Di antaranya adalah penjaga gawang Ivo, dan striker Gunaryo. Sang pelatih sebenarnya tidak ingin mencoret kedua pemain tersebut, namun lantaran mangkir mereka dengan sendirinya tersisih.
Di antara pemain yang direkomendasikan ke manajemen, mantan pelatih Persitema Temanggung tersebut juga telah mencantumkan pemain yang berposisi striker. Posisi tersebut menjadi posisi yang paling krusial menurut sang arsitek.
"Stok pemain di gelandang dan belakang sudah cukup banyak, namun depan masih kurang," tambah Eko beberapa waktu lalu.
Rencananya pihak manajemen juga akan mengundang beberapa pemain asing. Sang arsitek tim pun menginginkan pemain impor disektor depan.
Beberapa nama sempat mencuat seperti mantan pemainnya musim lalu, Adison Alvez dan Deporas, namun hal itu belum bisa dipastikan lantaran manajemen tengah berkonsentrasi dengan negoisasi pemian lokal terlebih dahulu.
Di lain sisi, General Manajer PSIS musim ini, Kairul Anwar menginginkan PSIS dihuni oleh para pemain yang masih produktif.
"Ya paling tidak usianya mayoritas di bawah 25 tahun, kita tentu ingin PSIS memiliki spirit yang lebih di musim ini," kata Kairul Anwar.


tribunjateng

Jumat, 20 Desember 2013

Eko Riyadi Rekomendasikan Sembilan Pemain


Sepekan seleksi terbuka berjalan, Pelatih PSIS Eko Riyadi telah mengantongi sembilan nama yang bakal menjadi punggawa Laskar Mahesa Jenar. Para pemain tersebut direkomendasikan kepada manajemen untuk ditindaklanjuti.
Meski demikian, pelatih yang musim lalu mengarsiteki Persitema Temanggung itu belum ingin mengungkapkan nama-nama tersebut ke publik. Dia masih ingin menyimpannya rapat-rapat demi menjaga kondusivitas suasana seleksi yang tengah berlangsung.
"Sementara masih sembilan pemain yang direkomendasikan ke manajemen. Bisa jadi bertambah, lihat perkembangan yang ada. Untuk nama, jangan disebutkan sekarang, biar manajemen yang menyampailkan," sambung pria kelahiran Semarang, 27 November 1968.
Bila sepakat soal nilai kontrak, sembilan pemain tersebut akan mendahului 30 pemain lainnya untuk bergabung dengan tim kebanggan warga Kota Semarang. Meski belum dibocorkan, kabar yang beredar, para pemain itu adalah eks PSIS musim lalu. Seperti Fauzan Fajri, Vidi Hasiholan, Saiful Amar, Rizky 'Ozil' Yulian, Tirta Wahyu, Ipan Priyanto, Edy Gunawan, Hari Nur Yulianto dan Iksan Sania.
Sementara itu, Saiful Amar belum ingin berbicara banyak terkait kabar sembilan pemain direkomendasikan pada manajemen. Dia ingin fokus terlebih dulu pada seleksi yang tengah dijalaninya saat ini. Masalah nanti penilaian seperti apa diserahkan sepenuhnya kepada sang pelatih yang memantau seleksi.
"Semoga kembali berjodoh dengan PSIS. Ini adalah tim besar dan bersejarah, tentunya banyak pemain yang ingin bergabung. Akan menjadi kebanggaan bila kembali menjadi bagian dari tim ini," tutur pemain yang musim lalu menyumbangkan satu gol itu.
Edy Gunawan pun demikian, meski kurang dari setengah musim di PSIS, dia sudah merasa seperti di rumah sendiri. Karenanya, meski banyak klub yang berniat meminannga, pemain yang akrab disapa Adul itu lebih mengutamakan tim yang bermarkas di Stadion Jatidiri itu.
Terpisah Direktur PT Mahesa Jenar Semarang (MJS) AS Sukawijaya menuturkan, negosiasi kontrak dengan sembilan pemain akan dilakukan hari ini. Adapun kontrak pemain dan pelatih masih dalam persiapan. Menyesuaikan dengan draf resmi yang dikeluarkan PSSI.
''Untuk pelatih, secara lisan sudah. Tinggal proses kontrak, nanti dilakukan bersama-sama. Dana untuk belanja pelatih dan pemain dianggarkan sebesar Rp 3 miliar selama semusim,'' tutur pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi itu.



suaramerdeka

Kamis, 19 Desember 2013

Eks PSIS masih aman

Sejumlah pemain yang musim lalu memperkuat PSIS Semarang, sementara ini masih aman. Heri Nur, Fauzan, Widi, Ipan Priatno, dan Saiful Amar, yang baru mengikuti seleksi kali pertama mendapatkan kesempatan untuk mengikuti penjaringan pada hari berikutnya.

Sial bagi Rengga, bek PSIS Semarang musim lalu yang sudah mengikuti seleksi sejak awal, harus angkat koper dari Stadion Jatidiri. Beberapa pemain yang masih berhak mengikuti penjaringan pada berikutnya untuk kiper masing-masing Ivo Andre, Rudi Ardiansyah, dan Andi Irawan. Pada posisi stoper, M Taufan, Rico Arya, Dias Bayu, Khomedi, Fauzan, Abdul Latif (eks PSIR Rembang), Ipan Priatno.
Untuk posisi gelandang, ditempati Andi Rohmad, Tirta Wahyu, Yoyon, Dedek, Ribut, Frangky, Edianto, Bahroni, Agus Pras, M Solehudin, Widi, Risky, Saiful Amar. Adapun untuk posisi bek, di antaranya David Mulangkir, Edi Gunawan, Wely S, Iwan HW, Ikhsan Sania, Ferinanda, dan Sukamto. Sementara pada posisi striker ada Heri Nur, Saptono, Gunaryo, Kurnanda ,dan Hendro.

Selain Rengga, Heri Susilo, Sukamto dan Gugum Gumilar (eks PBR), ketiganya di posisi striker, turut angkat koper. Keputusan pahit ini juga menimpa para gelandang diantaranya Farikin, Yogi dan Syarif. Seleksi hari keempat kemarin cukup sengit.
  Para pelamar mulai memperlihatkan permainan apik, baik dari umpan-umpan bola maupun teknik individu dalam mengolah bola. Ketatnya persaingan ini membuat Pelatih PSIS Semarang Eko Riyadi terpaksa memainkan dua session games.

Ini dilakukan agar pemain yang terpilih benar-benar tidak mengecewakan pecinta bola Semarang.
Menurut Eko Riyadi, pencoretan kepada pemain sudah dilakukan dengan melihat kemampuan seluruhnya di lapangan, termasuk kepada Rengga. ''Untuk saat ini, dia kalah bersaing dengan yang lain,” ucap Eko Riyadi, usai melakukan seleksi.

Pihaknya tidak akan buru-buru menetapkan kerangka tim. Jika  hari ada pemain yang akan mengikuti seleksi, akan dibandingkan dengan pelamar yang masih bisa bertahan sampai dengan saat ini agar bisa menghasilkan pemain maksimal. ''Kita lihat lagi, mungkin ada yang datang besok,” ujarnya.

Eko juga akan segera menentukan nasib 23 pemain dari Pengcab PSSI yang sudah mengikuti seleksi tahap pertama. Dirinya tetap akan memberikan tempat bagi pemain lokal muda yang berbabakat.

Hanya saja, sejauh ini belum bisa dipastikan berapa jumlah pemain dari klub sepab bola lokal ini akan ditentukan. Jika pun akan dipakai, jumlahnya tidak terlalu banyak. ''Ngko sik, 10 kakehan, ora ana. (Nanti dulu, 10 kebanyakan, tidak ada, Red). Akan dilihat pos-pos mana yang membutuhkan,” papar eks Pelatih Persitema Temanggung ini.

Pelamar dari luar daerah yang akan ikut seleksi hari ini di antaranya Agus Salim dari Persikabo. Agus Salim sudah melakukan kontak langsung dengan Eko Riyadi, siap untuk hadir. Adapun dua kiper PSIS musim lalu masing-masing Goni dan Catur, kemarin belum terlihat mengikuti seleksi.



sindonews

Rabu, 18 Desember 2013

Dana Dari Sponsor, PSIS Targetkan Rp1 M



Menjelang Divisi Utama 2014, tim bisnis PT Mahesa Jenar Semarang (MJS), pengelola, PSIS Semarang mulai bergerak untuk mendatangkan pemasukan bagi klub.

Direktur PT MJS, Yoyok Sukawi mengatakan ada beberapa sisi bisnis untuk mendatangkan pemasukan bagi tim. Yoyok menyebut marketing, event organizer, branding, dan outdoor.

"Ada beberapa sisi manajemen PSIS yang nantinya bekerja untuk mendatangkan pemasukan untuk tim. Divisi bisnis ini pun sudah mulai bekerja," ujar Yoyok.

Dia menambahkan ada beberapa hal yang akan manajemen bisnis lakukan untuk mendatangkan pemasukan. Dari mencari sponsor untuk jersey tim hingga mengadakan event kerjasama.

"Kami tak akan seperti dulu lagi, kasihan PSIS tak punya dana. Tidak seperti itu, kami akan mendatangkan (dana) dengan menjual produk," imbuh dia.

Berbagai harga sponsor sudah PSIS tetapkan. "Misal untuk sponsor di bagian dada jersey pemain baik home, away, atau latihan. Kami memberikan harga Rp300 juta," jelas Yoyok.

PT MJS menargetkan mendatangkan dana dari sponsor minimal Rp1 miliar. Selain sponsor Yoyok menyatakan akan memberlakukan member card untuk penonton VIP maupun VVIP.
Untuk VVIP yang tersedia 50 tiket hanya seharga Rp1 juta, sedangkan 1.000 Member Card untuk tribun VIP, Rp500.000



indosport

Senin, 16 Desember 2013

Pemain PSIS Junior akan Dikontrak Secara Amatir



Direktur PT Mahesa Jenar Semarang (MJS) selaku pengelola PSIS Semarang, Yoyok Sukawi memperkenalkan manajemen PSIS Junior. Manajemen PSIS Semarang Junior ini yang nantinya akan bertanggungjawab untuk melakukan pembinaan pemain muda yang digunakan sebagai bank pemain PSIS.
Yoyok pun menunjuk Kukuh Birowo sebagai Manager Pusat Pelatihan (Puslat) PSIS Junior. "Kami ingin supaya Puslat ini dapat memunculkan bibit-bibit pemain, sehingga regenerasi pemain PSIS tidak putus. Kami juga akan merangkul klub-klub internal Pengcab PSSI Semarang untuk saling menyumbangkan saran," ujar Yoyok, Senin (16/12/2013).
Selain Kukuh Birowo yang diangkat menjadi Manager Puslat. Yoyok juga menunjuk M Dhofir sebagai pelatih kepala Puslat. Selain keduanya, ada pula jajaran manajemen dan tim pelatih yang akan membantu tugas mereka
Selaku Manager Puslat PSIS, Kukuh Birowo mengatakan akan segera melakukan seleksi pemain yang akan dimasukkan ke dalam Puslat. Seleksi pemain untuk skuat junior klub berjuluk Mahesa Jenar ini akan dilakukan setelah seleksi PSIS senior yang dipersiapkan untuk mengarungi Divisi Utama musim depan selesai.
"Kami akan melakukan seleksi pemain untuk Puslat PSIS usai seleksi pemain senior usai dilakukan. Nanti kami akan melakukan seleksi pemain tetapi secara tertutup," ungkap Kukuh.
Kukuh mengatakan tim pelatih akan memantau pemain-pemain berbakat dari berbagai klub internal Pengcab PSSI Semarang maupun dari luar kota, bahkan di beberapa turnamen. Usai dilihat kemampuannya maka akan diundang untuk dilakukan seleksi.
Tim-tim yang dipersiapkan untuk Puslat pun ada dari beberapa kategori usia. Mulai dari U-14 hingga U-21 yang dipersiapkan berjenjang sebagai bank pemain PSIS Semarang.
"Untuk mensuplai pemain ke tim profesional maka ada tahapannya, mulai dari U-14 hingga U-21. Jika nantinya pemain masih berusia 18 tahun dan memiliki kemampuan bagus, bisa saja ditarik ke tim senior," papar Kukuh.
Kukuh mengatakan jika nantinya pemain di Puslat yang akan menapaki ke jenjang tim senior juga akan mendapatkan kontrak pemain meski masih berada di Puslat. Kontrak pemain yang diberikan yakni kontrak pemain amatir.
"Nanti akan kami beri kontrak juga, tetapi sebagai pemain amatir. Jika si pemain, kemampuannya tidak berkembang maka ya akan kami coret," sambung Kukuh.
Kukuh menjelaskan para pemain yang berada di Puslat pun juga akan diterjunkan ke beberapa kompetisi. Selain kompetisi amatir dibawah Divisi Utama, juga kompetisi antar usia baik tingkat provinsi maupun nasional.
"Sekarang kan divisi satu hingga tiga sudah tidak ada dan akan digelar Nusantara Cup mulai dari tingkat provinsi ke tingkat nasional. Untuk ini, maka kami juga akan menurunkan tim di kompetisi ini," jelasnya.
Pelatih Puslat PSIS, M Dhofir pun mengaku siap untuk ditugaskan menjadi pelatih kepala. Adanya Puslat PSIS ini pun menurutnya dapat menumbuhkan kembali regenerasi pemain PSIS yang terputus.
"Di tingkat usia dini, Kota Semarang kerap menjuarai kompetisi seperti Danone Cup, Lipio, dll. Tetapi saat akan masuk ke PSIS seperti ada benang yang terputus. Adanya Puslat ini pun diharapkan dapat menjadi benang penyambung," ungkap Dhofir.



tribun jateng

Hari Pertama Seleksi, Edy Gunawan Tak Kapok




Meski musim lalu mengakhiri kerja sama dengan PSIS secara kurang baik, Edy Gunawan tak kapok. Pria kelahiran Balikpapan, 25 September 1985 itu ingin membuka lembaran baru di tim kebanggaan warga Kota Semarang.
Hal itu ditunjukkan dengan mengikuti seleksi terbuka di Stadion Jatidiri, Senin (16/12) sore. Tak ada perlakuan istimewa atau dianaktirikan. Pemain yang pernah membela Persebaya itu membaur bersama sekitar 90 lainnya dan mencoba memberikan yang terbaik.
’’Menurut saya, musim lalu tidak ada masalah sama sekali. Hanya salah paham. Saya sangat berterimakasih kepada staf pelatih dan manajemen yang telah memperbolehkan ikut seleksi di PSIS,’’ tutur pemain yang mengisi posisi bek itu. Motivasinya sederhana.
Dia masih penasaran karena musim lalu Laskar Mahesa Jenar gagal mewujudkan target promosi ke Indonesia Super League (ISL). Padahal tim yang saat itu dibesut Firmandoyo sudah melangkah hingga 12 besar.
Seperti yang diketahui, Edy Gunawan adalah salah satu dari lima pemain senior yang diputus kontraknya saat PSIS memasuki 12 besar. Empat lainnya adalah Imral Korea Usman, Iswandi Dai, Nurul Huda dan Morris Power. Namun hanya Edy yang berani kembali ke PSIS.
Satu-satunya
Edy juga menjadi satu-satunya pemain PSIS musim lalu yang mengikuti seleksi terbuka untuk persiapan menghadapi musim depan. Ada kabar Iksan Sania juga ingin tampil, namun kemarin sore belum juga terlihat di lapangan.
Sementara itu, seleksi juga diwarnai sejumlah punggawa yang juga pernah membela PSIS, namun musim lalu hijrah ke tim lain. Di antaranya Azmi Aswibi, M Taufan, Iwan HW, Heri Susilo dan Kurnanda Fajar Saktiaji. Sementara itu Eko Riyadi menyebutkan, ada sekitar 90 pemain, termasuk 23 dari perkumpulan sepak bola (PS) yang mengikuti seleksi.
Hanya saja berjalan kurang maksimal lantaran hujan turun sepanjang sore, sehingga lapangan licin. Rencananya, para pemain tersebut akan diberikan kesempatan tampil pada Selasa (17/12). Pihaknya pun masih membuka kesempatan kepada pemain yang lain untuk bergabung, dengan syarat minimal pernah bermain di Divisi I nasional.
’’Ada tujuh pemain yang langsung dipulangkan karena kualitas masih jauh dari yang diharapkan. Sedangkan sisanya kembali dilihat besok. Sore harinya kembali dilakukan pencoretan. Mudahmudahan cuaca besok (hari ini) lebih baik,’’ tandas Eko.



www.suaramerdeka.com

Sejumlah pemain senior, betah di PSIS




Sejumlah pemain senior PSIS Semarang musim lalu masih berminat untuk memperkuat laskar Mahesa Jenar untuk menghadapi kompetisi Divisi Utama musim depan.

Pemain-pemain yang dikabarkan masih memiliki keinginan bergabung dengan PSIS diantaranya Gelandang M.Irvan, Bek Kiri Iksan Sania dan bek serba bisa Edi Gunawan. Ketiga pemain ini bisa dikatakan merupakan pilar PSIS musim kemarin. Mereka akan dipantua pada seleksi terbuka yang akan mulai digelar Senin (16/12) di stadion Jatidiri Semarang.

M.Irvan dan Iksan Sania misalnya, kedua pemain selalu menjadi starter ketika Mahesa Jenar bertanding. Sementara Edy Gunawan yang bergabung PSIS pada paruh musim, menujukan permainan terbaiknya. Meskipun Edi Gunawan dipecat manajemen diakhir kompetisi namun, Dia masih menyatakan minatnya untuk bergabung.

Selain tiga pemain senior tersebut sejumlah pemain muda PSIS musim lalu juga bakal dipanggil, mereka diataranya Fauzan Fajri, Rizky Julian, Hari Nur, Widi Hasiholan, Saiful Amar dan kiper Ghoni Yanuar.

Sejak diumumkannya seleksi pemain terbuka beberapa waktu lalu, sejumlah pemain juga sudah mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi. Diantaranya Budi Utomo dan Fangky (eks Persipur Purwodadi), Kurnanda Fajar dan Tri Setyo (Eks Persitema Temanggung), ada juga mantan pemain Timnas Johan Angga dan beberapa lain dari tim Divisi Utama.

Selain pemain-pemain Divisi Utama, sejumlah pemain ISL dikabarkan juga bakal meramaikan seleksi pemain PSIS, diantaranya beberapa pemain dari Pelita Bandung Raya (PBR) dan beberapa pemain Madura United.

Pelatih PSIS Semarang Eko Riyadi mengatakan, sampai saat ini sudah sekitar 50 pemain yang mendaftar seleksi.”Pembukaan pendaftaran akan dibukan sampai hari H pelaksanaan seleksi,” katanya.

Eko menjelaskan, untuk seleksi kali ini tidak akan jauh beda dengan seleksi tahap awal, yakni tetap memberikan waktu lebih lama kepada pemain untuk menunjukan kebolehannya. Setiap pemain akan diberikan waktu dua sampai tiga kali supaya tim pelatih benar-benar bisa melihat secara detil kemampuan pemain. “Sistemnya tetap menggunakan sistem game untuk melihat kemampuan pemain,” katanya.

Untuk hari pertama seleksi kata Eko, dirinya akan fokus untuk melihat skil dan teknik serta stamina pemain. Menurutnya tiga hal itu menjadi dasar utama. “Kita akan lihat skilnya bagaimana, stamina bagaimana,” katanya.

Manajer tim PSIS Wahyu Winarto menyatakan, untuk seleksi pemain sepenuhnya diserahkan kepada tim pelatih yang telah dibentuk. Pemain-pemain yang nantinya akan direkrut manajemen tidak akan ikut campur.

Hanya saja, kata pria yang akrab disapa Liluk ini, menegaskan, pemain yang direkrut selain harus memiliki skil yang memadai juga harus memiliki loyalitas kepada tim. ”Pelatih kami beri kewenangan penuh untuk menentukan siapa-siapa pemain yang berhak bergabung dengan PSIS,” ujarnya.



www.sindonews.com

Sabtu, 30 November 2013

Yoyok Berburu Personel Manajemen



Sebagai peme­gang saham ma­yoritas PT Ma­hesa Jenar Se­ma­rang (MJS), AS Su­kawijaya memiliki kewenangan penuh pada tim PSIS. Salah satunya menentukan personel-personel yang duduk di kursi manajemen musim depan.
Kini, sosok yang lebih akrab disapa Yoyok Sukawi itu tengah berburu personel manajemen. Mencari orang-orang yang mau dan mampu membantunya. Meski sudah ada gambaran, dia masih enggan mengungkapkan ke publik.
”Manajemen musim lalu be­kerja dengan baik dan sudah sa­ngat solid dan layak untuk dipertahankan. Begitu juga dengan ki­nerja karteker manajemen. Ka­rena itu, saya membuka kesempatan kepada mereka untuk kembali bergabung,” tutur Ketua Komisi E DPRD Jateng itu.
Bila menengok musim lalu, bursa manajemen pun mengerucut pada sejumlah nama. Di an­taranya General Manager (GM) Ferdinand Hindiarto, Manajer Tim Setyo Agung Nugroho, Ma­najer Legal Kairul Anwar, serta pembina PSIS Johar Lin Eng.
Terlapas dari kekurangan dan kelebihannya, Ferdinand yang juga Dosen Unika mampu me­ng­an­tarkan prestasi bagi PSIS de­ngan masuk 12 besar. Di ba­wah kepemimpinannya, PSIS juga berhasil keluar dari badai finansial dalam mengarungi kompetisi.
Meluangkan Waktu
Pengalaman Setyo Agung Nugroho di sepak bola tak perlu diragukan lagi. Hal inilah yang membuatnya selalu dilibatkan dalam beberapa tahun terakhir. Sosok yang satu ini pun dijago­kan kembali memenang jabatan manajer tim atau bahkan naik menjadi GM.
Kairul Anwar juga telah memberikan warna baru bagi tim yang ber-home base di Stadion Jatidiri. Berlatarbelakang pengacara, dia rela meluangkan wak­tu untuk PSIS. Saat ini Kairul dipercaya sebagai karteker ma­najemen bertugas menggelar seleksi pemain lokal.
Bagaimana dengan Johar Lin Eng?. Sekretaris PSSI Jateng ini pernah menjabat sebagai GM PSIS musim 2009/2010. Dapat menjaga hubungan baiknya de­ngan PSSI pusat, PT Liga Indo­nesia (LI), pemimpin daerah menjadi kelebihannya. Keha­dirannya akan membuat manajemen PSIS lebih kokoh.
Sebenarnya ada satu nama baru yang juga cinta sepak bola. Dia adalah Rudi Wijaya yang musim lalu menjadi manajer Por­prov Kota Semarang. Secara bersa­ma­an, Rudi pernah menjadi manajer tiga tim, yakni Puslat Semarang, PSIS Yunior dan Tim Medco Semarang. Kini dipercaya menjadi pelaksana seleksi PSIS.
Meski demikian, sejumlah na­ma tersebut masih enggan ber­bicara banyak terkait peluang ma­­suk manajemen. Mereka me­milih menyerahkan sepenuhnya kepada pengelola.


suaramerdeka

Incar Tiket Promosi pada Musim Pertama



Prinsip ada gula ada semut akan diterapkan PSIS di ba­wah pengelolaan AS Su­kawija­ya. Sa­at ini memang belum banyak spon­sor dan investor mendekat, na­mun kondisi itu akan berbeda saat Laskar Mahesa Jenar meraih prestasi.
Karena itu pada tahun pertama, pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi ingin membawa PSIS berpestasi. Lebih baik dari torehan musim lalu yang melangkah hingga 12 besar. Promosi ke Indonesia Super League (ISL) menjadi target yang dica­nangkan.
”Program jangka pendek, meraih prestasi terlebih dulu. Dengan begitu PSIS akan lebih memiliki daya tarik di mata sponsor dan investor. Baru kemudian memperkuat pondasi keuangan dan aset jangka panjang. Terakhir mencari laba bagi pemegang saham,” tuturnya.
Namun demikian, keinginan putra mantan Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip itu tidak akan mudah diwujudkan. Pasalnya, persaingan Divisi Utama musim depan kian ketat. Bila musim lalu hanya diikuti 44 tim, musim depan 66 tim berpartisipasi dengan jatah dua tiket promosi.
”Ya harus optimistis dulu untuk bisa naik ke ISL. Yang penting harus berusaha untuk memberikan yang terbaik,” sambung pria kelahiran Demak, 1 Maret 1978.
Untuk mewujudkannya, dia membutuhkan pondasi yang kokoh. Pertama-tama membentuk perusahaan berbadan hukum yang ber­nama PT Mahesa Jenar Se­marang (MJS).
Pemilik saham perusahaan yang mengelola PSIS itu adalah 25 perkumpulan se­pak bola dan para investor yang ingin bergabung.
Melalui PT MJS, dibentuk manajemen yang solid. Unit kerja dikelompokkan menjadi, yakni bidang teknik dan bisnis. Bidang teknik dipimpin Direktur Teknik yang membawahi manajer PSIS profesional, manajer PSIS amatir dan manajer talent scouting.
Belum Dimaksimalkan
Sementara bidang bisnis dipimpin Direktur Bisnis, membawahi manajer pertandingan, manajer marketing, manajer penjualan dan manajer aset. Beberapa hal yang menjadi tanggung jawab adalah mencari sponsor, iklan dan kerja sama dengan pihak ketiga.
”Banyak sektor pemasukan yang belum dimaksimalkan pada pengelolaan sebelumnya. Di an­tar­anya penjualan merchandise, penjualan makanan-mi­numan, legal paten PSIS dll. Bila semuanya terkumpul akan menjadi sumber potensial,” tandasnya.


www.suaramerdeka.com

Pengelola PSIS Yoyok akan Akomodir Tokoh Manajemen Musim Lalu


Pengelola PSIS Semarang, Yoyok Sukawi akan bergerak cepat untuk membentuk jajaran direksinya. Namun untuk memutuskan siapa saja yang akan masuk ke jajaran manajemen ini, pria yang memiliki nama lengkap Alamsyah Satyanegara Sukawijaya akan mengajak diskusi para pengurus klub berjuluk Mahesa Jenar ini.
"Kami akan melakukan rapat dahulu, siapa saja yang akan masuk ke jajaran manajemen PSIS. Minggu depan kami akan umumkan siapa saja yang akan masuk ke jajaran direksi PT Mahesa Jenar Semarang selaku perusahaan pengelola PSIS," ungkap Yoyok kepada Tribun Jateng, Jumat  (29/11/2013).
Yoyok menilai untuk tokoh-tokoh yang menjadi manajemen PSIS musim lalu sangat baik untuk masuk ke dalam jajaran manajemen PSIS musim depan. Hal ini karena mampu membawa klub kebanggaan warga Semarang ini menapaki babak 12 besar. Selain itu, sektor finansial pun tidak banyak terganggu.
"Manajemen musim lalu kinerjanya bagus, mungkin nanti saat rapat kami akan mempertahankan manajemen musim lalu masuk ke manajemen PSIS musim depan," imbuhnya.
Rencananya mantan Manajer PSIS musim 2003 hingga 2008 ini akan membagi manajemen PSIS ke beberapa bidang. Bidang itu diantaranya direktur teknik, direktur keuangan, direktur promosi, hingga direktur bisnis.
Untuk direktur teknik yang nantinya akan menangani tim mulai dari level junior, pembinaan hingga senior yang berlaga di liga profesional, Yoyok memiliki dua kandidat. Kedua kandidat yang diusung Yoyok yakni Andi Darussalam Tabusala dan Bambang Nurdiansyah.
"Untuk soal direktur teknik pun nanti juga akan kami bahas pada rapat. Biasa saja salah satu dari mereka atau muncul calon baru," terangnya.


tribun jateng

ADT dan BN kandidat manajer teknik



Untuk mendapatkan hasil yang maksimal terutama dalam hal prestasi, manajemen tim PSIS akan dibagi dalam beberapa bidang. Bidang itu diantaranya direktur teknik, direktur keuangan, direktur promosi, hingga direktur bisnis.

Untuk direktur teknik yang nantinya akan menangani tim mulai dari level junior, pembinaan hingga senior yang berlaga di liga profesional. Untuk direktur teknik ini Yoyok Sukawi selaku pengelola baru PSIS dengan bendera PT Mahesa Jenar, memiliki dua kandadit.

Kedua kandidat yang diusung Yoyok yakni Andi Darussalam Tabusala (ADT) dan Bambang Nurdiansyah (BN). Namun untuk menentukanya, masih akan menunggu rapat dengan jajaran direksi PT Mahesa Jenar, karena tidak menutup kemungkinan akan muncul nama-nama lain.

"Kita masih akan menggodog nama-nama yang akan masuk ke dalam manajemen PSIS, akan tetapi pembentukan tim terap berjalan," kata Yoyok.

Untuk pembentukan manajemen baru PSIS Semarang, Yoyok Sukawi selaku pengelola baru tak ingin melakukan banyak perubahan terhadap manajemen PSIS. Manajemen musim lalu sebagian besar akan tetap dipertahankan.

"Untuk manajemen memang belum diputuskan. Sebelum memutuskan manajemen Saya akan "Sowan" dulu ke pengurus dan tokoh-tokoh bola Semarang untuk meminta arahan," kata pemilik nama lengkap Alamsyah Satyanegara Sukawijaya ini.

Menurut Yoyok, orang-orang seperti, Setyo Agung Nugroho, Ferdinand Hindiarto, Dedi Satria Budiman, dan beberapa orang lainnya masih sangat layak di pertahankan.

Menurut Dia, meskipun manajemen musim lalu gagal membawa Laskar Mahesa Jenar ke Indonesia Super League (ISL) namun, dengan mampu lolos babak 12 besar, menunjukan manajemen musim lalu sudah cukup baik.

"Kita bergerak secara bertahap, dan secepat mungkin. Agenda paling mendesak saat ini memang pembentukan manajemen. Dan sekarang ini kita masih terus memantapkan komposisi siapa-siapa saja yang layak masuk ke jajaran manajemen," ungkapnya.

Sementara itu terkait dengan pembentukan tim, proses seleksi yang dilakukan oleh pelatih sementara PSIS Eko Riyadi sudah mengantongi 23 pemain, dari 25 klub internal pengcab PSSI.

Dari 23 pemain yang sudah dikantongi, mereka akan diseleksi lagi pada seleksi tahap kedua. Pada seleksi tahap kedua nantinya akan dibuka untuk umum dan juga manajemen akan mengundang pemain-pemain eks PSIS musim lalu.


 www.sindonews.com

Maman dan Ridwan masuk radar PSIS






Proses seleksi tahap awal PSIS Semarang sudah selesai. Dari proses seleksi khusus untuk pemain-pemain lokal Semarang atau dari klub internal pengcab PSSI Kota Semarang pelatih sementara PSIS Eko Riyadi sudah mendapatkan 23 pemain.

Dari 23 pemain yang sudah lolos, tidak lantas langsung bisa memperkuat tim mahesa jenar menghadapi kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia musim depan. 23 pemain tersebut akan mengikuti seleksi tahap kedua, yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

Pada seleksi tahap kedua, rencanya akan memanggil sejumlah pemain lokal eks PSIS musim lalu. Tidak hanya itu seleksi juga dibuka untuk umum, sehingga semua pemain bisa mengikuti seleksi.

Meskipun melakukan rekrutmen melalui seleksi, manajemen tidak lantas hanya menggunakan pemain yang lolos seleksi, namun juga ada wacana untuk merekrut sejumlah pemain bintang.

Sejumlah nama pemain bintang pun mulai beredar , diantaranya adalah Maman Nurjaman dan M. Ridwan. Bahkan kabarnya, pengelola baru PSIS Yoyok Sukawi sudah melakukan pembicaraan dengan kedua pemain tersebut.

Meskipun kedua nama tersebut sudah mulai diwacanakan, pihak pengelola masih enggan untuk mengungkapkannya. Yoyok Sukawi berdalih, saat ini dirinya masih fokus mempersiapkan pembentukan manajemen PSIS musim depan, termasuk untuk merekrut pelatih.

Namun Yoyok mengakui, untuk pemain PSIS musim depan, akan tetap mempertahankan beberapa pemain PSIS musim lalu, sesuai dengan rekomendasi manajemen yang sebelumnya. Untuk tambahkannya, akan dicarikan melalui proses seleksi, dan juga mencari pemain-pemain yang berkualitas.

“Sesuai dengan rekomendasi manajemen lalu, ada beberapa pemain yang layak untuk dipertahankan dan itu akan kami lakukan, sisanya akan tambal sulam,” ujar Yoyok.

Jika tidak ada masalah, kata Yoyok, tim PSIS Semarang musim depan pada bulan Januari sudah terbentuk. Tim yang sudah terbentuk akan memiliki waktu untuk mematangkan komposisi dan strategi sebelum kompetisi resmi. “Saya target Januari tim sudah benar-benar terbentuk, oleh karena itu sekarang ini tahapan-tahapan harus kita lakukan dengan cepat,” katanya.

Diungkapkan Yoyok setelah dirinya resmi memegang kendali PSIS, dirinya memang harus bergerak cepat. Dan yang paling penting saat ini adalah membentuk manajemen definitif mengingat sampai saat ini manajemen masih dipegang oleh Kairul Anwar sebagai manajer Caretekar. Setelah penentuan manajemen defintif akan langsung menyusul penunjukan pelatih, baru kemudian melakuka seleksi tahap kedua.

"Kompetisi sudah semakin dekat, mau tidak mau harus bergerak cepat. Kita lakukan tahap demi tahap,"ujarnya.



www.sindonews.com

Rabu, 27 November 2013

Penentuan Nasib PSIS



Ketidakpastian terkait nasib PSIS akan segera berakhir. Lewat pertemuan antara 25 perkumpulan sepak bola (PS), pengurus dan sosok cinta bola AS Sukawijaya, di RM Oits nanti malam, nasib tim kebanggaan warga Kota Semarang ini akan ditentukan. Bagaimana sistem pengelolaan, siapa saja yang memiliki kewenangan menangani tim akan ditetapkan pada pertemuan tersebut. Keberadaan 25 PS yang sejatinya terikat dengan sejarah panjang perjalanan tim yang ber-home base di Stadion Jatidiri juga ikut dibicarakan.
Mengingat pentingnya acara tersebut, sejumlah pihak berharap agar 25 PS yang memiliki suara dan penentu nasib PSIS tidak melewatkannya. Tak kalah penting, ikut menyumbangkan saran dan ide-ide segar untuk menjadikan tim yang lebih solid dan lebih kokoh dibandingkan sebelumnya.

Jadi Penonton

Bila memang nantinya 25 PS memiliki kewenangan penuh, langkah Laskar Mahesa Jenar ada di tangan mereka. Untuk meminta dukungan, bukan hal yang mudah. Pasalnya, sejauh ini mereka seperti hanya dijadikan penonton tanpa banyak dilibatkan dalam pengambilan kebijakan. Sekum PSIS Setyo Agung Nugroho menuturkan, pertemuan tersebut bakal menjadi penentu nasib PSIS. Nantinya AS Sukawijaya atau akrab disapa Yoyok Sukawi akan memaparkan program dalam pengelolaan tim menghadapi musim depan dan musim-musim selanjutnya. ’’Visi-misi menghadapi musim depan harus disamakan terlebih dulu. Baru nanti melangkah ke tahap berikutnnya. Seperti pengelolaan tim, penunjukkan manajemen dan pelatih yang nantinya menjadi wewenang dari pengelola. Pada prinsipnya PSIS harus lebih baik,’’ tutur Agung.
Keberadaan karteker manajer dan pelatih juga ikut berkaitan. Seketika, tugas akan berakhir ketika pengelola menunjuk manajemen dan pelatih definitif. Meski sejauh ini sudah berusaha maksimal, belum ada kepastian apakah Kairul Anwar selaku karteker manajer tim dan Eko Riyadi (karteker pelatih) akan kembali dilibatkan. ’’Saya belum ingin bicara tentang pelatih definitif. Hal itu wewenang manajemen definitif. Saat ini, saya hanya ingin fokus menjalani tugas yang telah diberikan pengurus sebagai karteker pelatih,’’ kata Eko.



www.suaramerdeka.com

Sabtu, 16 November 2013

Yoyok Sukawi akhirnya kelola PSIS Semarang

Yoyok Sukawi akhirnya ditunjuk oleh pengurus PSIS Semarang sebagai pengelola PSIS Semarang ke depan. Dengan sudah adanya penunjukan Yoyok sebagai pengelola, menjadi titik cerah bagi PSIS ke depan. Ketua harian PSIS Semarang Simon Legiman mengatakan Yoyok Sukawi dinilai sebagai sosok yang paling tepat untuk mengelola PSIS.

Program jangka panjang, untuk meningkatkan prestasi PSIS, menjadi salah satu faktor utama. “Kami selama ini sulit untuk mencari sosok yang tepat untuk mengelola PSIS dan selama ini Mas Yoyok adalah yang paling tepat,” ujarnya, di sekretariat PSIS Semarang komplek Stadion Citarum Semarang, Sabtu (16/11/2013).

Ditunjuknya putra sulung mantan Wali Kota Semarang, Sukawi Sutarip ini juga tidak lepas dari pengalaman Yoyok yang beberapa tahun telah memegang Mahesa Jenar –Julukan PSIS Semarang -. Tercatat Yoyok memegang team berjuluk Mahesa Jenar ini, sejak musim 2002-2008.

Semasa dipegang YS, prestasi PSIS menanjak cukup baik, dan menjadi salah satu tim besar yang disegani di Indonesia. Prestasi PSIS terbaik bersama YS adalah ketika menjadi Runner Up Liga Indonesia musim 2006. Kala itu YS duet dengan Setyo Agung Nugroho.

Jika pengurus PSIS kembali menghendaki Yoyok untuk kembali ke PSIS, tidak akan mengalami kesulitan karena Yoyok Sendiri, menyatakan sikapnya siap untuk menangani PSIS musim depan. ”Sebenarnya, kami berterima kasih kepada Yoyok karena bersedia cawe-cawe (ikut andil) untuk membangun masa depan PSIS. Dan yang terpenting adalah pak Wali (Hendrar Prihadi) sudah mengamini,” kata Simon.

Bidang Legal PSIS Semarang Kairul Anwar menambahkan, salah satu yang menarik dari program Yoyok yang menjadi salah satu pertimbangan manajemen adalah, Yoyok menginginkan, menjadi salah satu klub yang profesional dan membawanya ke arah industri. Menariknya adalah dari paparan Yoyok program utama justru membenahi manajemen dan infrastruktur. Jika sudah maka baru kemudian, membentuk tim yang tangguh.

Yoyok masuk dengan frame untuk betul-betul membangun PSIS Semarang mulai dari pondasi awal. ”Dia (Yoyok) ingin sebagai titik awal kebangkitan PSIS, tim tidak seketika jadi,  tetapi mulai dari awal. Yang penting adalah mendapatkan dukungan dari klub anggota PSIS,” kata Kairul.

Sekum PSIS Setyo Agung Nugroho menambahkan, setelah penunjukan Yoyok Sukawi, nanti Yoyok akan dipertemukan dengan 25 PS anggota PSIS Semarang. Pada pertemuan tersebut Yoyok akan diberikan kesempatan untuk memaparkan seluruh program untuk memajukan PSIS Semarang.

“Secepatnya Yoyok akan diminta untuk memberikan paparan program ke PS-PS. Begitu paparan siapa, kami akan memberikan undangan kepada klub, dalam waktu waktu dekat ini,” katanya


www.sindonews.com

Senin, 11 November 2013

Klub Malaysia ingin jajal ketangguhan PSIS

PSIS Semarang hanya berada di kasta kedua sepak bola Indonesia. Namun, nama besar PSIS masih memiliki daya tarik tersendiri. Terbukti, meskipun Tim berjuluk Mahesa Jenar juga belum melakukan pembentukan tim, namun sudah datang tawaran untuk uji coba.
Tak tanggung-tanggung, tawaran yang datang justru dari tim kasta tertinggi kompetisi Malaysia Super League (MLS) yakni Perbadanan Kerajaan Negeri Selangor (PKSN). Musim lalu, PKSN juga sudah pernah melakukan tur di Indonesia, melakukan uji coba melawan Persiba Bantul, Perseman Manokwari dan Persiku Kudus. Pada tur kali ini, PSIS Semarang menjadi salah satu pilihannya.

Manajer caretaker PSIS Semarang Kairul Anwar mengaku, memang mendapatkan tawaran untuk uji coba, melawan PKSN. Tawaran tersebut disampaikan melalui pelatih Persijap Raja Isa kepada Bidang alih status PSIS Johar Lin Eng. Hanya saja, kata Kairul sejauh ini baru melalui komunikasi telepon dan belum ada surat resmi dari PKSN. ''Memang ada (tawaran), tapi secara resmi belum,” katanya.

Kairul mengatakan, menanggapi tawaran tersebut, manajemen pada dasarnya siap. Sesuai dengan pembicaraan dengan Raja Isa, Uji coba rencanya akan dilaksanakan pada Desember mendatang. Dengan masih ada waktu satu bulan,  kemungkinan tim PSIS sudah terbentuk, telebih saat ini PSIS sudah mulai melakukan seleksi pemain. ”Yang pasti jika nanti tim sudah terbentuk kami akan siap untuk menerima tawaran tersebut,” ujarnya.

Dijelaskannya, untuk saat ini PSIS sedang melakukan seleksi untuk tahap awal, menyeleksi pemain lokal Semarang dari 25 Persatuan Sepakbola (PS) anggota PSIS. Dari seleksi tersebut rencanya akan diambil 23 pemain yang kemudian akan diseleksi pada tahap kedua. ''Mudah-mudahan tim bisa terbentuk dan segera bisa melakuan uji coba sebagai persiapan menghadapi kompetisi,” sambungnya.

Raja Isa selaku penghubung kedua tim mengatakan, PSIS dipilihan karena merupakan tim besar dan memiliki suporter fanatic yang sangat banyak. Stadion yang selalu penuh dan besarnya animo masyarkat, membuat ketertarikan PKSN.”Tur ini merupakan persiapan bagi PKSN, untuk mempersiapkan diri jelang kick off MLS Januari mendatang,” kata Raja Isa.

Telebih, kata Pelatih Persijap Jepara ini, PKSN musim ini juga diperkuat oleh satu orang Indonesia, yakni Hamka Hamzah. Sehingga akan menjadi daya tarik tersendiri. ”Di Indonesia memiliki kompetisi yang luar biasa, sehingga saya mempromosikan Indonesia, “ sambungnya.

Selain melakukan uji coba dengan PSIS, PKSN dalam turnya ke Indonesia, juga akan melakukan uji coba dengan Persiba Bantul. ”Kita juga menawarkan uji coba dengan Bantul (Persiba), karena musim lalu PKSN juga sudah pernah melakukan uji coba dengan Bantul,” bebernya.



 www.sindonews.com

Pemain Piala Menegpora Ambil Bagian

image














Seleksi hari pertama PSIS di Stadion Jatidiri, hari ini diikuti sejumlah pemain muda. Beberapa di antaranya adalah pemain tim Kota Semarang di Piala Menegpora 2010 lalu. Kini, mereka membela 25 perkumpulan sepak bola (PS) yang tampil di Kompetisi antar-klub PSSI Kota Semarang.
Seperti striker Wahyu Tri Saputra dan Helmi Anggoro yang kini membela PSAD dan PS Undip. Kemudian gelandang lincah Elmirio Andrestani yang memperkuat Biprada. Helmi dan Elmirio bahkan masuk skuad Semarang di Porprov Jateng 2013 di Banyumas, belum lama ini.
''Kebetulan dapat kesempatan dari klub untuk mengikuti seleksi di PSIS. Tentunya bukan hal mudah menembus skuad utama, apalagi ini baru tahap awal. Tetapi tidak ada salahnya mencoba, terpenting memberikan yang terbaik,'' tutur Wahyu Tri Saputra atau akrab disapa Putra.
Seleksi yang diikuti 40 pemain itu dipimpin langsung karteker pelatih. Yakni Eko Riyadi sebagai pelatih sementara, Dwi Setiawan (asisten pelatih) dan Budi Cipto (pelatih kiper). Hari ini, para pemain tersebut akan kembali diberi kesempatan unjuk kebolahan. Hasilnya akan diumumkan secara personal.
''Belum ada yang terlihat sangat menonjol. Mungkin butuh waktu adaptasi dengan pemain lain. Kami akan berikan kesempatan lagi,'' tutur Eko Riyadi di akhir sesi seleksi.
Hingga saat ini baru 80-an pemain dari 19 PS yang terdaftar mengikuti seleksi. Sisa dari seleksi tahap pertama akan mendapatkan kesempatan pada Kamis dan Sabtu mendatang. Begitu seterusnya hingga seluruh pemain dilihat kemampuannya oleh pelatih.
Dari data yang masuk, enam PS belum mengirimkan daftar pemain yang akan ikut seleksi. Mereka adalah Untag, Unnes, Tunas Muda, Unika, Indomaret dan Union. Belum jelas apa yang menjadi kendala, namun diduga karena mekanisme penunjukkan yang terlalu panjang.
Pihak PSIS pun akan terus menunggu hingga seluruh 25 PS mengirimkan wakilnya. Pasalnya, ini menjadi salah satu kesempatan bagi mereka untuk berpartisipasi dan membantu. Seperti yang diketahui tim kebanggaan warga Kota Semarang tengah bersiap mengikuti Divisi Utama musim depan.
''Kami akan terus menunggu. Mungkin dalam beberapa hari ke depan sudah lengkap. Kali ini pemain 25 PS diberi waktu lebih banyak agar potensinya dapat dilihat,'' sambung koordinator 25 PS Rudi Wijaya.



www.suaramerdeka.com

Selasa, 05 November 2013

Tugiyo, Pahlawan PSIS yang Jualan Mie Ayam

Stadion Klabat Manado nyaris ambrol pada 13 April 1999. Penyebabnya gol Tugiyo ke jaring gawang Hendro Kartiko, menit 89. Gol yang disaksikan 30.000 penonton di stadion, dan jutaan pasang mata pemirsa TVRI inilah yang menorehkan sejarah. PSIS menjuarai Ligina V, dan menyudahi perlawanan Persebaya.
Tugiyo pernah dielu-elukan. Tubuhnya bantet, senyumnya tak menyiratkan seorang pemain sepakbola. Lugu. Bahkan sebagian menganggap dia lebih layak jadi pelawak. Namun jangan sangsikan cara dia menggiring bola, dan meliuk-liuk melewati lawan. Koran negeri ini pernah serempak menyebut Tugiyo adalah “Diego Tugiyo”, atau “Maradona Purwodadi”.
Ya, Tugiyo adalah pria asal Purwodadi, Jawa Tengah, yang dibesarkan oleh seorang ayah yang ‘cuma’ penarik becak. Ibunya seorang petani. Saat kecil dulu, Tugiyo menggembalakan kambing di tanggul dekat lapangan sepakbola desanya.
Setelah menjadi legenda Semarang lewat golnya tadi, Tugiyo amblas ditelan bumi. Cedera dengkulnya membuat karirnya surut, bahkan terjun bebas. Berbulan-bulan dia hilang, kemudian sempat mencoba kembali bermain untuk sejumlah klub papan bawah, misalnya Persik Kuningan (Jabar), kisaran 2005. Namun karena ia sering cedera, akhirnya hanya klub-klub gurem yang ia singgahi, dan itu pun tidak kontinyu dari tahun ke tahun lantaran nama besarnya tenggelam oleh cedera.
13835607091253342294
Tugiyo di masa lalu. (Dok)
Pada Maret 2008, Tugiyo muncul di Stadion Jatidiri. Sore itu digelar seleksi pemain PSIS, di bawah pengawasan pelatih Edy Paryono, pelatih yang membawa PSIS juara Ligina V, dan mengusung tim Mahesa Jenar ke kandang Suwon Samsung Bluewings dalam Piala Champion Asia. Dan meski PSIS dibekuk Suwon 2-3 di Jatidiri, dan 2-6 di World Cup Stadium, Suwon, Korea Selatan, tetapi Tugiyo menyumbangkan tiga gol dalam dua perjumpaan dengan Suwon tersebut.
Lebih dari seribu orang yang menonton seleksi ini tampak antusias. Mereka bertepuk tangan setiap Tugiyo melakukan tusukan. Bahkan yel-yel pun terlontar saat ia menyarangkan gol.
Saat seleksi ini, striker lincah tersebut memang sedang bugar. Ia masih menunjukkan akselerasi mirip Maradona, sprint sekencang Gareth Bale, dan menciptakan gol dari sudut-sudut sempit bak Pipo Inzhagi. Lalu, tanpa dikomando, sebagian warga Semarang mendesak manajemen PSIS merekrut kembali Tugiyo.
Apa lacur, pria beranak dua hasil pernikahannya dengan Pipit, seorang pekerja di sebuah toko berlian di kawasan Simpanglima Semarang, ini ditolak Edy Paryono. Alasannya, PSIS membutuhkan pemain-pemain segar dan muda. Loh, apakah Tugiyo sudah tua? Apakah dia meminta gaji setinggi langit di tengah kesulitannya PSIS dalam mendanai timnya? Dua-duanya hanya butuh satu jawaban: TIDAK.
“Saya hanya rindu kembali berkaus PSIS. Lagipula keluarga saya di Semarang, dan anak-anak saya masih kecil. Tapi bila memang tidak dimaui, saya pasrah saja. Mungkin saya memang sudah dianggap tua,” tuturnya usai mendapat penolakan resmi dari PSIS, klub yang pernah dia bela hingga Korea. Pada tahun 2000, usianya baru 20 tahun. Maka, ketika melamar (kembali) ke PSIS berarti umurnya baru 28.
Sudah tak dianggap lagi PSIS, masih pula terbetik kabar bahwa sebelum melamar ke PSIS itu untuk comeback, Tugiyo sempat jualan mi ayam di rumahnya, di kawasan Manyaran, Semarang Barat. Membuka warung — dan juga membuka wartel kala ponsel belum sesemarak sekarang — adalah jenis kegiatan Tugiyo yang sangat jauh dari urusan bola dan rumput lapangan. Dia perlu melakukannya agar asap di dapurnya terus mengebul.
Hanya saja usaha warungan itu tidak lama dia kelola. Setelahnya, ia tetap kembali ke lapangan dengan melatih anak-anak di lingkungan rumahnya. Tugiyo mendirikan SSB kecil-kecilan. Kemudian dia sempat pula melatih SSB Terang Bangsa, SSB yang juga dilatih Eko Purjianto (asisten Indra Sjafri di Timnas U-19), Eko Riyadi, dan sejumlah mantan pemain PSIS.
Pada 2009, Tugiyo memulai debut barunya sebagai pelatih tim senior, dengan membesut tim sepakbola Kecamatan Bawang, Batang, Jateng, atau dua jam perjalanan dari Semarang ke arah Jakarta; serta tim U-20 di kabupaten yang sama. Ia mendapatkan lisensi C kepelatihan dari sebuah kursus yang digelar PSSI Pemprov Jateng di Magelang, September 2009. Di kecamatan tersebut Tugiyo justru mendapatkan penghargaan yang setimpal. Penduduk di sana super antusias mendukung tim, dan para orangtua pemain menyanjungnya bak pahlawan.
Dua tahun terakhir, Tugiyo bergabung dengan sebuah akademi sepakbola di Salatiga, sebagai staf pengajar, dan melakukan perjalanan Semarang-Salatiga hampir tiap hari dengan menunggang sepeda motor. Semarang-Salatiga, atau sebaliknya, berjarak 1,5 jam perjalanan. Ia mengaku tidak mendapat upah yang tinggi di kota itu, tapi di sana ia merasa nyaman.



www.kompasiana.com

Sabtu, 02 November 2013

Kairul Anwar ditunjuk jadi manajer sementara PSIS Semarang

Pengurus harian PSIS Semarang menunjuk Kairul Anwar sebagai Manajer Caretaker PSIS. Penunjukan caretaker untuk mengisi kekosongan manajemen dan mempersiapkan tim menghadapi kompetisi musim depan.

Sekum PSIS Semarang Setyo Agung Nugroho mengatakan, penunjukan manajer Caretaker, karena pengurus melihat PSIS harus segera bertindak cepat, untuk mempersiapkan kompetisi musim depan.

“Intinya pengurus segera bergerak mumpung masih ada waktu, langkah pertama adalah menunjuk caretaker supaya PSIS tidak vakum dan akhirnya pengurus menunjuk Pak Kairul, sebagai caretaker untuk persiapan tim ini menghadapi kompetisi Divisi Utama,” kata Agung usai menyerahkan, SK pengangkatan Careteker kepada Kairul Anwar, di kantor PSIS Semarang, Komplek stadion Citarum, Semarang, Sabtu (2/11).

Mantan Manajer Tim PSIS Semarang musim lalu ini mengatakan, manajer caretaker, bertugas membuat perencanaan persiapan tim. Selanjutnya setelah perencanaan, manajer caretaker mencari pelatih untuk melakukan seleksi pemain. “Pelatih ini nanti juga sifatnya hanya sementara cuma untuk melakukan seleksi pemain,” imbuhnya.

Agung menjelaskan, penunjukan Kairul Anwar, sebagai manajer caretaker, sudah melakukan banyak pertimbangan. Pengurus menilai Kairul Anwar memiliki kepedulian yang tinggi terhadap PSIS.

Nama Kairul Anwar di PSIS Semarang memang kurang begitu populer. Namun, sebenarnya Dia sudah cukup lama berada di kepengurusan PSIS, yakni sejak era 2008 sampai sekarang sebagai Manjer Legal. “Pak Khairul orang lama di PSIS, karena sejak dulu sudah berada di dalam kepengurusan PSIS,” ujarnya.

Sementara itu Kairul Anwar mengaku, mau tidak mau dirinya harus mau ketika ditunjuk sebagai Manajer Caretaker. Alasannya adalah, karena dirinya yang juga pengurus harian PSIS bidang legal, merasa bertanggungjawab untuk segera melakukan gerakan, demi masa depan PSIS yang lebih baik.

Ditanya apakah nanti mau meneruskan menjadi manajer definitif, Kairul dengan jelas menjawab tidak. Bukan karena dirinya tidak peduli, tetapi lebih karena kesibukannya sebagai seorang pengacara.”Sebagai bagian dari PSIS, ketika ditunjuk sebagai caretaker, mau tidak mau harus siap. Namun, saya sampaikan bahwa hanya sebatas Caretaker, sampai ada manajer Definitif,” tegas salah satu pengacara kondang di Kota Semarang ini.

Pasca menerima mandat sebagai caretaker, ada beberapa agenda yang dalam waktu dekat akan segera kerjakan. Dirinya bersama pengurus PSIS yang lain akan langsung menyusun program untuk mempersiapkan tim.

“Program jangka pendek jelas langsung menyusun program pembentukan tim, mencari pelatih dan melakukan seleksi pemain,” tandasnya.

Untuk mempersiapkan tim jelas membutuhkan dana yang tidak sedikit, apalagi PSIS musim lalu, tidak memiliki sisa anggaran. Praktis manajer Careteker juga harus memikirkan untuk menggali pendanaan, untuk persiapan pembentukan tim.”Kalau soal anggaran kita akan gotong royong bersama dengan pengurus yang lain,” katanya.


www.sindonews.com

Kamis, 31 Oktober 2013

Melepaskan Cengkraman Kapitalisme

Cengkeraman Kapitalisme Ancora memang kuat. Namun, bukan berarti tak bisa dilepaskan. Yang mampu adalah tentunya keputusan bulat 25 perkumpulan sepak bola (PS) anggota dan Pengurus PSIS. Jika sepakat, bukan tidak mungkin perusahaan asal Jakarta itu gigit jari.
Kini, berbagai pihak menanti keberanian 25 PS dan Pengurus PSIS. Hadirnya sejumlah tokoh bola dan pengusaha yang ingin membantu Laskar Mahesa Jenar menambah kekuatan untuk keluar dari bayang-bayang perusahaan yang disebut-sebut milik Menteri Perdagangan Gita Wirjawan.
Yang menjadi persoalan, tidak ada yang mengetahui betul perjanjian antara kedua belah pihak kecuali Ketua Umum PSIS non-aktif Soemarmo HS. Pasalnya dalam pertemuan dengan Ancora, tidak ada satupun pengurus yang diajak ikut serta, bahkan untuk sekadar urun rembuk.
Memunculkan lagi nama Fanda Soesilo juga tidak ada salahnya. Wanita cantik ini disebut-sebut petinggi PT Ancora dan CEO PT Setia Bina Nusa. Dia tahu betul bentuk kerja sama karena terlibat di dalamnya. Namun sosok yang satu ini seperti menghilang di telan bumi setelah terakhir terlihat di Semarang awal 2012 lalu.
Ketua Harian PSIS Simon Legiman bertekad membuka misteri yang ada. Sesuai arahan Wali Kota Semarang Hendra Prihadi, pihaknya akan terus berjalan berusaha keluar dari kabut pekat yang selama ini menyelimuti tim yang bermarkas di Stadion Jatidiri.
Apalagi kini PSIS semakin dekat menjalin hubungan dengan tokoh bola Andi Darussalam Tabusalla. Mantan Direktur PT Liga Indonesia (LI) itu berkeinginan mengelola PSIS. Terlepas dari kekurangan tentang ide yang ditawarkan, sejauh ini respon pengurus masih sangat baik.
Bisa jadi, Andi Darussalam menjadi senjata melepaskan diri dari kapitalisme Ancora. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi juga siap mendukung. Kekuatan yang akan ditambahkan pria yang akrab disapa Mas Hendi adalah mengumpulkan pengusaha-pengusaha di Kota Lunpia yang ingin membantu PSIS.
''Bila Ancora berani keluar dan tidak terima, kami ingin melihat bagaimana bentuk kerja sama dengan PSIS. Dari itu dapat diketahui bentuk perjanjian sebenarnya. Bagimana tanggung jawab dan hak dari kedua belah pihak yang sebenarnya tidak boleh dilanggar,'' tutur Simon Legiman.
Ini adalah momentum yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Memancing wakil Ancora keluar setelah selama ini tak mempedulikan PSIS. Prihatin, wajar bila pengurus, tokoh bola dan masyarakat Kota Semarang meminta lagi tim idolanya setelah selama ini disia-siakan perusahaan Investasi tersebut.


 www.suaramerdeka.com

Menanti Gerbong PSIS

Musim berganti, gerbong manajemen PSIS juga berganti. Tak banyak yang dipertahankan dari kepengurusan manajemen sebelumnya. Di tangan wajah-wajah baru, Laskar Mahesa Jenar pun harus memulai dari nol lagi di setiap mengikuti kompetisi.
Selepas AS Sukawijaya memilih meninggalkan PSIS pada 2008 silam, tak pernah ada jajaran manajemen yang bertahan hingga dua musim. Itulah yang menjadi kebiasaan atau menjadi tradisi di tim kebanggaan warga Kota Semarang dalam beberapa tahun terakhir.
Hal ini tidak lepas dari kebijakan penunjukkan GM yang selalu berganti di setiap musimnya. Tak ingin ambil risiko, GM terpilih juga memilih kabinetnya sendiri. Menunjuk orang-orang yang dipercayanya dan dapat berkerja sama. Dampaknya, semuanya harus dimulai dari awal.
Saat ini pengurus yang bertanggung jawab penuh atas PSIS juga belum memberikan sinyal untuk mempertahankan manajemen musim lalu. Bahkan saat ini tengah mendekati sejumlah pengusaha yang siap memberikan waktu, tenaga dan pikiran bagi PSIS.
''Kami belum menunjuk GM. Mekanisme penunjukkan juga tengah kami dalami. Pasalnya, sejak dua musim terakhir ada investor PSIS,'' tutur Ketua Harian PSIS Simon Legiman.
Tak dapat dipungkiri, posisi GM sangat vital dalam sebuah tim sepak bola. Dia bertanggung jawab penuh pada kelangsungan tim yang dipegangnya. Bila berhasil, tentunya pujian yang akan dipanen. Tetapi bila kegagalan yang dituai, caci maki, hujatan akan terus datang menghampiri.
Merugi
Segala permasalahan dalam tim sepak bola harus dapat diatasi seorang GM, termasuk pendanaan yang menjadi problem klasik. Untuk itu, seorang GM setidaknya memiliki pondasi finansial kokoh, atau mau dan mampu mencarikan pemasukan membiayai tim.
Fenomena yang terjadi, pengelolaan PSIS selalu merugi. Ini menjadi momok para orang berduit untuk ikut ambil bagian. Mereka harus berpikir dua kali kalau ingin menjadikan tim ini sebagai ladang bisnis menguntungkan. Karena itu tak banyak pengusaha Semarang yang mau terjun langsung di tim ini.
Umumnya, para pengusaha meminta timbal balik setimbal dari kepala daerah saat bersedia mengelola tim yang ber-<I>home base<P> di Stadion Jatidiri. Seperti dalam kemudahan bisnis atau perizinan. Tanpa itu, mereka enggan mengeluarkan miliaran rupiah demi investasi yang terus merugi.
Pengusaha pelumas nasional Juliari Batubara pun dapat mencium hal itu. Dia mengingatkan kepada pengurus agar tidak menuntuk GM atau Ketua Umum yang sebenarnya memiliki maksud tertentu. Seperti demi mendapatkan proyek dari pemerintah, bertopeng di balik wajah PSIS.
''Jangan cari yang seperti itu. Tidak bagus dalam industri sepak bola. Kalau lagi dapat proyek, finansial tim aman. Tetapi saat tidak mendapatkan proyek, bisa jadi mengundurkan diri di tengah jalan. Bila sudah begini, PSIS lah yang dirugikan,'' tutur Juliari yang membantu pendanaan PSIS Rp 500 juta saat memasuki babak 12 besar.


www.suaramerdeka.com

Peran GM dalam Industri Sepak Bola

Siapa yang akan menjadi general manager (GM) PSIS musim depan sedang menjadi pembicaraan hangat. Hingga saat ini, pengurus atau pihak yang disebut-sebut pemiliki saham PT Laskar Diponegoro belum menunjuk orang di posisi vital dalam manajemen itu.
Ada kesan pengurus yang kini memiliki tanggung jawab moral pada nasib PSIS terlalu selektif dalam memilih. Namun ada juga yang mengatakan, tak ada calon GM yang tulus. Ada udang di balik batu begitu kata orang. Karenanya, tak salah bila pengurus sangat berhati-hati.
Lantas apakah GM itu? Seberapa pentingkah seorang GM bagi tim yang kini tengah berjuang untuk promosi ke Indonesia Super League (ISL)? Apa yang menyebabkan posisi itu masih kosong selepas masa bhakti Ferdinand Hindiarto selaku GM musim 2012/2013 habis?.
Dalam sebuah perusahaan, general manager atau juga disebut manajer umum adalah manajer yang memiliki tanggung jawab seluruh bagian/fungsional pada suatu perusahaan atau organisasi. Manajer umum memimpin beberapa unit bidang fungsi pekerjaan.
Mengepalai beberapa atau seluruh manajer fungsional. Pada perusahaan yang berskala kecil mungkin cukup diperlukan satu orang manajer umum. Adapun pada perusahaan atau organisasi berkaliber besar biasanya memiliki beberapa orang manajer umum yang bertanggung-jawab pada area tugas yang berbeda-beda.
Sekretaris PSSI Jateng Johar Lin Eng menuturkan, di Indonesia mulai menerapkan sepak bola industri sejak beberapa tahun lalu. Untuk tim-tim ISL, tingkatannya lebih banyak lagi, mulai dari CEO, direktur, (GM), manajer, pelatih dan seterusnya. Ada aturan PT Liga Indonesia (LI) yang menjadi acuan termasuk legalitas.
Sementara di level Divisi Utama lebih fleksibel. Tidak ketetapan dari PT LI yang meminta manajemen tim hingga hingga CEO. Pasalnya beberapa tim merombak manajemen di setiap musimnya. Dapat dikatakan, Divisi Utama adalah masa transaksi dari amatir ke profesional.
''GM hanyalah istilah. Di beberapa tim menyebutnya sebagai direktur. Pada prinsipnya, orang di posisi tersebut yang bertanggung jawab pada keseluruhan tim, mulai manajemen hingga struktur di bawahnya,'' tutur Johar yang juga pernah menjabat sebagai GM PSIS ini.
Di liga-liga eropa yang sudah fasih memahami profesionalisme memiliki jajaran manajemen lebih banyak lagi. Tertinggi dipegang oleh presiden klub, dibantu beberapa direktur yang fokus di bidangnya masing-masing. Pelatih pun merangkap sebagai manajer tim.



www.suaramerdeka.com

Hubungan PSIS dan Ancora, Bak Mengurai Benang Kusut

Hubungan PSIS dengan Ancora atau Setia Bina Nusa (SBN) selalu hangat diberdebatkan. Ketidakjelasan, kerahasiaan menjadikan permasalahan sulit diselesaikan. Kini di tangan Ketua Harian Simon Legiman, Pengurus PSIS sedang berusaha mengurai benang kusut yang ada.
Bila tak ingin salah langkah, tak ada salahnya pengurus PSIS diminta mendalami lagi kerja sama dengan PT Setia Bina Nusa (SBN). Pasalnya, hingga kini belum jelas komitmen apa dan sampai kapan anak perusahaan Ancora itu menjadi investor bagi tim kebanggaan warga Kota Semarang. Mantan Manajer Legal PSIS musim lalu Kairul Anwar menyebut, hal ini cukup sensitif.
Pasalnya menyangkut legalitas hukum dan hak kepemilikan atas klub itu sendiri. Karena itu, Laskar Mahesa Jenar tetap harus menghormati dan tak dapat meninggalkan begitu saja SBN.
''Meski dua musim mengalami wanprestasi, tetapi mereka tetap mengucurkan dana. Mungkin saat itu mereka masih kesulitan finansial. Tetapi hal itu belum dapat dijadikan dasar untuk memutuskan kerja sama sepihak. Kecuali mereka (SBN) menyatakan sudah tidak ingin menjadi investor PSIS,'' tutur Kairul.
Permasalahan ini mencuat saat ada wacana akan mencari investor baru musim depan. Padahal, saat ini masih terikat dengan PT Laskar Diponegoro dengan pemegang saham terbesar Ancora. Musim lalu, Ancora menunjuk SBN sebagai pengelola PSIS.
Sepintas, pihak Jakarta setengah-setengah dalam mengelola PSIS apalagi prestasi tak kunjung didapat. Namun, kekhawatiran muncul bila musim depan prestasi didapat seperti lolos Indonesia Super League (ISL), tetapi dengan bantuan investor lain. Ancora atau SBN bisa saja mengklaim dan meminta kembali tim yang bermarkas di Stadion Jatidiri.
Hal itu tentu merugikan bagi pengusaha-pengusaha Kota Semarang yang telah berjuang mati-matian mendanai selama semusim. ''Dalam hal ini, Pengurus PSIS dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi harus bergerak. Berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak Jakarta untuk meminta kejelasan. Dengan begitu nasib tim musim depan akan lebih jelas,'' sambungnya.
Seperti yang diketahui, dua musim lalu Ancora datang layaknya dewa penyelamat tim-tim yang sedang butuh dana segar. Soemarmo HS yang saat itu menjadi Ketua Umum PSIS sepakat menyerahkan tim kepada perusahaan yang dibentuk Menteri Perdagangan Gita Wirjawan.
Namun berjalannya waktu, Ancora mengalami krisis keuangan. SBN yang ditunjuk sebagai pengelola berikutnya pun mengalami masalah yang sama. Arema Indonesia yang juga menjadi klub binaan sudah keluar lebih dulu dari lubang hitam yang memborgol. Sementara PSIS masih terkatung-katung lantaran tidak ada ketegasan pengurus dan pemimpin daerah.
''Tugas berat bukan berada di tangan manajemen mendatang. Melainkan pengurus yang secara moril bertanggung jawab kepada PSIS. Untuk itu perlu ada yang menjembatani kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah yang ada. Jangan sampai timbul masalah di kemudian hari,'' tandas Kairul.


www.suaramerdeka.com

Rabu, 23 Oktober 2013

Andi Darussalam siap kelola PSIS, asal....

Di tengah ketidakpastian kapan mulai pembentukan tim, angin segar berhembus ke PSIS Semarang. Angin segar itu datang dari Andi Darussalam. Ketua KONI Sulawesi Selatan itu menyatakan berminat untuk memegang kendali PSIS Semarang musim depan. Saat ditemui di kantor Pengprov PSSI Jateng, komplek Stadion Citarum Semarang, Andi mengutarakan minatnya tersebut.

Bahkan, dalam waktu dekat ini akan segera melakukan pertemuan dengan Walikota Semarang Hendrar Prihadi dan ketua harian PSIS Semarang Simon Legiman. Dikatakannya, Dia siap menggarap PSIS Semarang habis-habisan dan membentuk tim yang kuat supaya lolos ISL musim depan. Namun dengan catatan PT Ancora, melepaskan Mahesa Jenar. “Kalau mau PSIS Saya tangani berikan saya kuasa,” katanya, Selasa (22/10/2013).

Ia menambahkan kuasa yang dimaksudnya bukan berarti membeli saham Ancora, tetapi hanya pada pengelolaan, sepenuhnya terhadap PSIS tanpa ada campur tangan dari Ancora.”Saya tidak mau kalau harus beli saham,” ucapnya.

Menurut Kakak kandung Nur Salam Tabusala (Direkur PT Setia Binanusa), ini menilai PSIS memiliki potensi yang sangat besar dan untuk mengangkatnya dibutuhkan pengelolaan dengan baik. “Saya sampaikan ke Nur Salam, kalau memang sudah tidak sanggup mengurus sepakbola, berikan saya kuasa atas nama Ancora, dan bersama dengan Walikota Semarang serta semua pihak, untuk mengelola PSIS,” tandasnya.

Menurutnya Acora melalui PT Setia Binanusa, telah berbuat kesalahan, dengan meninggalkan PSIS Semarang begitu saja dan hanya menghancurkan sepakbola Indonesia.”Catat itu, Gita Wiryawan (Pemilik Ancora) itu merusak sepakbola, pegang Arema ditinggalkan, PSIS ditinggalkan begitu saja, malah sekarang mengurus Badminton. Tidak bisa begitu, kasihan timnya,” ujarnya.

Dia pun berjanji bilamana Ancora memberikan kuasa penuh untuk mengendalikan PSIS Semarang musim depan, bakal membawa tim kebanggan warga Semarang tersebut ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia. Dia pun memberikan gambaran solusi untuk mengatasi minimnya dana tim. Salah satunya adalah melalui sistem babak asuh.

“Di Semarang itu ada puluhan perusahaan besar yang mengambil keuntungan di sini, jadikan mereka bapak asuh. Misalnya PSIS punya 25 pemain, titipkan sebagian pemain ke perusahaan –perusahaan, jadi gaji mereka akan ditanggung perusahaan, baru kemudian kekuranganya mencari sponsor tentunya tidak akan berat. Sebetulnya tidak ada susah asal gotong royong,” katanya.

Guna membentuk tim yang tangguh, kata Andi, PSIS paling tidak membutuhkan dana sekitar Rp7,5 -8 miliar. Dan yang terpenting segera melakukan persiapan mengingat kompetisi akan segera bergulir Januari mendatang.

Ketua Harian PSIS Semarang Simon Legiman mengaku sangat mendukung minat yang diutarakan oleh Andi Darussalam. “Rencananya kami akan bertemu hari Kamis (25/10). Tentu saya berharap, ada yang mau peduli dengan PSIS, jadi jelas akan memudahkan PSIS menuju ISL,” ujarnya.



www.sindonews.com

Sabtu, 19 Oktober 2013

Kapten PSIS Musim Lalu, Mengeluh Gajinya Belum Dibayar

Kapten PSIS Semarang musim lalu, Iswandi, mengaku belum fokus untuk mencarai klub baru. Pasalnya, saat ini dirinya sedang fokus pengurus gaji yang belum dibayarkan oleh manajemen tim berjuluk Mahesa Jenar itu. 1 bulan gajinya dimusim lalu, sampai saat ini belum diterimanya.

"Sebenarnya ada klub yang menawarkan kontrak sama saya tapi belum cocok harganya. Tapi, saya saat ini ingin fokus dulu mengurus gaji saya yang belum dibayarkan manajemen PSIS," kata Iswandi Da'i kepada jaringnews.com via blackberry messenger-nya, Sabtu (19/10).

Iswandi mengaku, beberapa cara sudah ia lakukan untuk menagih haknya tersebut. Sayang, manajemen PSIS Semarang tidak menanggapinya sehingga haknya terbengkalai.

"Saya sering telepon untuk menanyakan hak saya itu. Tapi, telepon tidak diangkatnya. Manajemen belum membayar gaji pemain lainnya seperti Imral, Morris, Nuruh Huda. Ngga tahu alasannya apa", ujarnya.

Menurutnya, gaji yang belum dibayarkan manajemen PSIS itu sangat dibutuhkan untuk membiayai kehidupan keluarganya. Ia pun berharap, sepakbola Indonesia kedepannya bisa lebih baik lagi sehingga permasalahan gaji seperti yang dialaminya tidak terulang lagi.

"Semoga Sepakbola Indonesia bisa maju, ngga ada lagi masalah-masalah urusan telat gaji," tandasnya.



www.jaringnews.com

Jumat, 18 Oktober 2013

Sejumlah Pemain Pantau Perkembangan PSIS

Meski kembali gagal promosi ke Indonesia Super League (ISL), PSIS masih memiliki daya tarik tersendiri. Tak hanya para pelatih, namun juga sejumlah pemain yang masih berharap dapat kembali berkostum tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar.Hingga saat ini, mereka menunggu perkembangan PSIS melalui berbagai sumber informasi. Mulai dari media massa, online atau dari orang-orang di Semarang. Harapannya, tim kebanggaan warga Kota Semarang segera bergegas menatap musim mendatang.
Dua pemain senior musim lalu, gelandang M Irfan dan kiper Catur Adi Nugroho misalnya. Selama membela PSIS, meninggalkan banyak kenangan yang tak terlupakan. Namun, ada perasaan yang masih mengganjal setelah laju tim terhenti di 12 besar dan gagal promosi ke ISL.
''PSIS tak hanya memiliki nama besar, namun juga dukungan fanatik dari dua suporter setia yakni Panser Biru dan Snex. Hal itu yang membuat saya menaruh PSIS sebagai prioritas utama musim depan,'' tutur M Irfan.
Pernyataan senada dilontarkan Catur Adi Nugroho. Hampir seluruh pertandingan yang dilakoni PSIS, menempatkan kiper yang satu ini sebagai penjaga gawang utama. Saat berkostum PSIS, dia merasakan adanya chemistry yang hingga kini tak dapat dilupakan.
''Saya terus memantau perkembangan PSIS. Mudah-mudahan segera terbentuk dan saya bisa kembali masuk tim. Musim depan tentunya persaingan akan lebih berat mengingat jumlah tim Divisi Utama bertambah banyak. Karena itu harus dipersiapkan lebih matang,'' sambung Catur.
Meski telah semusim membela tim ISL Persisam Putra Samarinda, tak membuat bek Achmad Sumardi melupakan tim yang bermarkas di Stadion Jatidiri. Karena ingin dekat dengan rumah, pemain asal Purwodadi tak akan menyia-nyiakan bila ada kesempatan kembali ke PSIS. ''Lihat perkembangan yang ada. Bila ada kecocokan, tentunya saya ingin kembali,'' tutur pemain PSIS musim 2011/2012 itu.
Para pemain tersebut harus lebih bersabar. Pasalnya, hingga saat ini belum ada langkah nyata pergerakan PSIS seperti pembentukan manajemen, menunjuk pelatih atau membentuk tim. Pengurus sedang mendekati sejumlah pengusaha untuk membantu tim.



www.suaramerdeka.com

Eko Purjianto tersanjung masuk bursa pelatih PSIS

Nama Eko Purjianto semakin santer diisukan bakal menukangi PSIS Semarang musim depan. Terlebih setelah, Eko yang menjadi asisten pelatih Timnas U-19 sukses mengantarkan Evan Dimas Dkk gelar Piala AFF 2013 dan meloloskan Timnas U-19 ke babak final Piala AFC.

Nama Eko Purjianto jelas tidak asing bagi PSIS, karena pada musim lalu Eko merupakan asisten Pelatih PSIS Firmandoyo. Meski musim lalu gagal membawa PSIS lolos ke Indonesia Super League (ISL) namun, paling tidak PSIS berhasil lolos ke babak 12 besar.

Dengan keberhasilan Eko dan metode melatihnya yang baik, serta pengalamannya yang sudah cukup banyak, Ketua Harian PSIS Simon Legiman pun beberapa waktu lalu, secara terang-terangan menyatakan, Eko Purjianto merupakan sosok yang tepat untuk mengarsiteki Laskar Mahesa Jenar-Julukan PSIS musim depan.

Eko Purjianto sendiri mengaku tersanjung dan merasa terhormat apabila dirinya diminati untuk menjadi pelatih kepala tim sebesar PSIS musim depan.

Namun, Demikian Eko belum berani menyatakan bahwa dirinya siap untuk memegang kendali PSIS atau menolak jika ditawari penjadi pelatih kepala. Hal ini dikarenakan sampai saat ini juga PSIS belum menunjukan persiapan pembentukan tim dan belum ada permintaan resmi dari PSIS. Di sisi lain, Eko sendiri sampai saat ini juga masih menjadi bagian dari Timnas U-19 sampai Oktober 2014. "Saya tersanjung sekali kalau memang diminta untuk PSIS," katanya.

Dijelaskan Eko, apabila nantinya benar-benar diberi tawaran untuk megang PSIS musim depan, Dirinya tidak mungkin bisa menolaknya. Selain merasa nyaman di PSIS, nama besar PSIS juga menjadi pertimbangana tersendiri.

Namun, dengan dirinya masih menjadi bagian dari Timnas U-19, tidak bisa dengan mudah menerima tawaran menjadi pelatih, karena harus mengikuti semua program dari Timnas.

Oleh sebab itu, sambung Eko, Dirinya harus berkonsultasi dengan Pelatih kepala Timnas Indra Safri, dan BTN, apabila dirinya menerima pinangan PSIS atau klub lain. "Saya tidak mungkin bisa menolak kalau diminta ke PSIS lagi, tapi saya juga perlu konsultasi kepada pelatih kepala dan BTN," imbuhnya.

Eko tidak ingin, apabila dirinya nanti ditawari dan membesut PSIS, tanpa konsultasi dulu ke pelatih kepala dan BTN, bisa-bisa mengganggu Timnas dan PSIS. "Saya ingin tidak mengganggu timnas, dan PSIS, jadi harus dipikirkan dengan baik-baik, dan konsultasi sebelum menentukan jawaban, karena berkaitan dengan prestasi tim," katanya.

Eko mengaku, sebelum benar-benar ada tawaran dari PSIS, dirinya lebih memilih fokus terlebih dahulu terhadap Timnas.

Mengenai Program Timnas, Eko mengatakan, usai memastikan diri lolos babak Final Piala AFC, semua pemain dan official diliburkan dan baru akan berkumpul kembali untuk membahas program selanjutnya. "Masih ada beberapa program untuk menggodog Timnas, oleh sebab itu sekarang saya fokus dulu ke Timnas, dan belum memikirkan yang lain," tandasnya.



 www.sindonews.com

Selasa, 15 Oktober 2013

Simon Segera Temui Pengurus

Setelah menyelesaikan kompetisi 2012/ 2013, PSIS berada pada kondisi tidak menentu. Sudah dua bulan berselang, belum ada langkah nyata menghadapi musim depan. Sebagai tanggung jawab moral, kini nasib Laskar Mahesa Jenar ada di tangan pengurus.
Ketua Harian PSIS Simon Legiman menuturkan, akan bertemu dengan sejumlah pengurus. Agendanya membahas kelangsungan tim menghadapi musim mendatang. Pada prinsipnya, dia juga tidak ingin PSIS terus berada pada keadaan serba tak menentu.
”Saya akan bertemu dengan Johar Lin Eng dan Setyo Agung Nugroho besok pagi (hari inired). Dari pertemuan itu baru diputuskan langkah selanjutnya. Seperti mengumpulkan 25 perkumpulan sepak bola (PS), menunjuk ketua umum atau menunjuk manajemen,” tuturnya.
Pertemuan tersebut juga akan membicarakan bagaimana hubungan dengan Ancora atau Setia Bina Nusa (SBN). Ada beberapa hal yang membuat pengurus tidak dapat berjalan sendiri. Di sisi lain, investor tersebut masih menggantungkan nasib tim kebanggaan warga Kota Semarang. Setelah masuknya investor asal Jakarta, pengurus hanya bersifat mengusulkan jajaran manajemen.
Didukung Sekum
Sedangkan yang menetapkan dan memutuskan adalah dari Ancora dan SBN. Hal itu dikarenakan perusahaan investasi itu memiliki saham terbesar pada PT Laskar Diponegoro yang menjadi badan hukum PSIS.
”Kalau penunjukkan ketua umum, saya rasa tidak perlu berkoordinasi dengan SBN. Tetapi saya tidak tahu mekanisme dalam pembentukan manajemen.
Pasalnya, saat terjadi kesepakatan, kami tidak pernah dilibatkan,” sambung mantan manajer PSIS itu. Sekum PSIS Setyo Agung Nugroho pun mendukung keinginan Simon. Pada prinsipnya, pengurus ingin segera bergerak mengingat waktu persiapan menghadapi musim mendatang sudah tidak lama lagi.
Apakah akan menunjuk ketua umum atau manajemen dulu, dia sudah siap. ”Setelah Porprov Jateng 2013 berakhir, pengurus dan beberapa pihak terkait bisa lebih fokus memikirkan PSIS. Mudahmudahan dalam waktu dekat ini tercipta hasil positif yang dapat memajukan PSIS,” tutur pria yang musim lalu menjabat sebagai manajer tim itu.
Sementara itu, perwakilan 25 PS merespon positif keinginan pengurus harian PSIS yang akan mengadakan pertemuan membahas nasib tim. Mereka pun menanti-nanti kapan agenda tersebut terlaksana mengingat tak banyak waktu lagi yang dimiliki PSIS.


www.suaramerdeka.com

Senin, 14 Oktober 2013

PSIS target Oktober punya bos baru

PSIS Semarang tidak mengalami perkembangan signifikan sejak berakhirnya Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah di Banyumas, 12 Oktober lalu. Pengurus klub tengah merancang Musyawarah Anggota Luar Biasa (Musanglub) untuk memilih ketua umum yang baru. Pembentukan manajemen dan tim kemungkinan baru dilangsungkan setelah itu.
Ketua Harian PSIS Semarang Simon Legiman mengatakan, sampai saat ini masih belum mamastikan kapan akan digelar musyawarah luar biasa. Namun, dirinya memastikan, pemilihan ketua umum dilaksanakan pada Oktober ini. "Targetnya Oktober, PSIS sudah memiliki ketua umum baru,” jelas Simon Legiman.

Simon menjelaskan sampai saat ini dirinya masih terus berkonsultasi dengan sekum PSSI Jateng Johar Lin Eng yang juga merupakan penasihat PSIS, mengenai waktu dan format pemilihan yang akan digunakan. ''Nanti kalau sudah ada kepastian akan kami sampaikan,” imbuhnya.

Simon mengaku, pengurus juga tidak ingin telalu lama menunda-nunda pemilihan ketua umum PSIS yang baru, karena jika terlalu lama juga akan berdampak pada persiapan tim, dalam menghadapi kompetisi Divisi Utama Indonesia Super League (ISL) musim depan.

Sementara itu dari kalangan suporter menilai, langkah pengurus harian PSIS lamban dalam mengambil sikap. Ketua umum Panser Biru Mario Baskoro menganggap, pemilihan ketua umum PSIS belum begitu mendesak mengingat masa berakhirnya ketum PSIS Soemarmo yang saat ini berhalangan, akan berakhir 2014 mendatang.

Dia menilai, sebaiknya pengurus lebih mendahulukan untuk membentuk manajemen lebih dahulu ketimbang memilih ketua umum baru. ”Logikanya, musim lalu walaupun ketua umum berhalangan toh PSIS tetap bisa jalan, jadi sebaiknya lebih mendahulukan pembentukan manajemen supaya manajemen bisa segera membentuk tim,” ujar Mario.



Andik Sismanto - www.sindonews.com

25 PS Merespons Positif

Perwakilan 25 perkumpulan sepak bola (PS) merespons positif keinginan pengurus harian PSIS yang akan mengadakan pertemuan membahas nasib tim. Mereka pun menanti-nanti kapan agenda tersebut terlaksana mengingat tak banyak waktu lagi.Pengurus Romeo Rudi Wijaya misalnya. Pihaknya siap memberikan curahan pemikiran dan tenaga bagi tim kebanggaan warga Kota Semarang. Bisa jadi nasib Laskar Mahesa Jenar tergantung pada pertemuan tersebut, mengingat sejauh ini belum ada langkah nyata.
”Ya tapi jangan hanya sebagai formalitas saja, misalnya dalam menunjuk ketua umum. Seharunya, mulai dari awal hingga akhir kompetisi, 25 PS terus dilibatkan. Memang masalah dana, PS tidak dapat banyak membantu. Namun bisa dipecahkan bersama-sama,” tutur Rudi yang juga manajer tim sepak bola Kota Semarang di Porprov Banyumas 2013.
Menurutnya, Plt Wali Kota Sema­rang Hendrar Prihadi memang enggan menjadi ketua umum PSIS, tetapi bukan berarti lepas tangan begitu saja. Melainkan dapat memberikan arahan bagi PSIS. Meski tak turun langsung, sebagai bapaknya orang Semarang memiliki tanggung jawab menyelamatkan aset berharga daerah.
Kerangka Tim
Langkah konkrit yang harus dilakukan adalah segera menunjuk manajemen. Dalam hal ini, imbuhnya, manajemen awal tidak harus lengkap, atau bersifat sementara. Mana­jemen tersebut dapat membuat program untuk persiapan menghadapi Divisi Utama musim depan. ”Minimal kerangka tim dapat terbentuk. Salah satunya mengumpulkan pemain potensial, seperti punggawa muda PSIS musim lalu atau sejumlah pemain Semarang yang beberapa waktu lalu tampil di Porprov Banyumas. Artinya harus ada langkah nyata,” sambungnya.
Pernyataan senada dilontarkan Bidang Pembinaan dan Prestasi PS Undip Sumardi Widodo. Dia menyebut, bila agenda penunjukkan ketua umum mengalami kendala, pengurus dapat lebih dulu menunjuk manajemen. Dalam aturan organisasi, pengurus harian baik itu ketua harian maupun sekretaris dapat sama-sama mengeluarkan keputusan bila ketua umum berhalangan.
”Bagaimana PSIS mau jalan bila manajemen belum terbentuk. Saya cermati, sejauh ini hanya wacana-wacana yang diapungkan, tetapi tidak ada langkah nyata di lapangan. Bila memang Divisi Utama diputar Januari 2014, tentunya waktu yang dimiliki sudah tidak banyak lagi,” tutur mantan pelatih fisik PSIS itu.

suaramerdeka.com