Senin, 13 September 2021

MOTM Persija vs PSIS: Jonathan Cantillana



Jonathan Cantillana terpilih sebagai man of the match di laga Persija vs PSIS yang berkesudahan dengan skor imbang 2-2.

Tampil sebagai pengganti pada babak kedua menit ke 65 menggantikan pemain debutan Reza Irfana, Jonathan berhasil mengkreasikan dua gol yang dihasilkan PSIS untuk memaksakan pertandingan berakhir imbang.

Gol pertama pada menit ke 71 tercipta setelah tendangan bebas Jonathan salah di antisipasi Andritany. Bola sempat di blok oleh kiper Persija itu, beruntung Hari Nur menemui bola muntah dan dengan tenang cocor bola ke gawang Persija untuk membawa PSIS memperkecil kedudukan. Gol perdana Hari Nur di BRI Liga 1 2021/2022.

Gol kedua PSIS pada pertandingan ini tercipta lewat gol bunuh diri gelandang Persija asal Nepal, Rohit Chand. Lagi-lagi tendangan bebas Jonathan yang menjadi awal mulanya. Hampir sama tempat dan proses gol pertama, free kick Jonathan salah di antisipasi pertahanan Persija, Rohit Chand yang jadi orang terakhir, malah memasukkan bola ke gawangnya sendiri, PSIS pun menyamakan kedudukan di bawah guyuran hujan yang deras. Jago becek yang juga jago memanfaatkan bola mati.

Jika melihat postur para pemain Persija, terutama dua bek tengahnya Dutra dan Yann Motta, di tambah Marco Motta, sepertinya akan berat jika PSIS mengandalkan bola panjang, bola atas, dan bola mati. Namun, tak ada yang mustahil dalam sepakbola. Tim lokalan PSIS dibantu Magic dari Jonathan, mampu mengimbangi tim bertabur bintang dengan kekuatan penuh pemain asing, Persija Jakarta.

Jonathan Cantillana, pemain berpaspor Palestina - Chile ini sebenarnya bermain tidak maksimal pada laga perdana saat melawan Persela Lamongan. Namun, pada laga kedua melawan Persija, Jonathan yang tampil sebagai pemain pengganti berhasil merubah warna permainan PSIS di babak kedua dan berkontribusi terhadap dua gol PSIS.

Selamat untuk Jonathan Cantillana yang terpilih menjadi MVP di laga Persija vs PSIS.

Yoh iso yoh!
✊😉💙


 

Minggu, 12 September 2021

PSIS Tahan Imbang Persija

 

PSIS berhasil meraih poin pada pertandingan keduanya di BRI Liga 1 2021/2022. Setelah sebelumnya di laga perdana menang 1-0 atas Persela Lamongan, kali ini Mahesa Jenar berhasil tahan imbang 2-2 Persija Jakarta di Indomilk Arena Tangerang. Hasil satu poin ini patut disyukuri, karena anak asuhan Imran Nahumarury tampil tanpa pemain asing, sementara tim lawan menggunakan semua jatah pemain asingnya, termasuk satu tambahan pemain naturalisasi.

Kehilangan para pemain asing andalan, seperti Bruno, Brian dan Wallace yang cedera, serta Jonathan yang berada di bench, PSIS mengandalkan para pemain mudanya di lini belakang. Wahyu Prast berduet dengan Alfeandra Dewangga, serta Pratama Arhan di kiri dan Fredyan di kanan berada di depan penjaga gawang Jandia Eka Putra. Sementara debut di dapatkan pemain baru, Reza Irfana.
Sepanjang babak pertama, anak-anak asuhan Imran Nahumarury mampu memaksa imbang anak asuh Angelo Alessio, namun di tambahan waktu babak pertama, Persija mampu memimpin lebih dulu setelah sepakan penjuru Riko Simanjuntak mampu di sundul Otavio Dutra dan tak mampu di selamatkan Jandia Eka Putra. Gol dari pemain naturalisasi pada menit ke 45 menutup jalannya pertandingan babak pertama.

Pada babak kedua, Coach Imran melakukan beberapa pergantian pemain, mulai dari Eka Febri yang di gantikan pemain senior, Fandi Eko Utomo pada awalan babak kedua. Namun, empat menit setelah jalannya babak kedua, gawang Jandia kembali bobol. Kali ini, bomber Persija asal Kroasia yang berhasil manfaatkan umpan jauh rekannya untuk memperdayai Jandia Eka Putra.

2-0 tertinggal, Coach Imran kembali melakukan pergantian pemain, dengan memasukan Riyan Ardi sang supersub menggantikan Septian David Maulana yang bermain kurang begitu maksimal. Pergantian kunci dari Coach Imran, terjadi ketika Jonathan Cantillana satu-satunya pemain asing yang ada di daftar pemain PSIS, masuk untuk menggantikan pemain debutan, Reza Irfana. Walau, lima menit setelah menginjakkan kakinya di lapangan, Jonathan menjadi pemain pertama PSIS yang menerima kartu kuning di musim ini, namun dua menit setelahnya, tepatnya menit ke 71, tendangan bebas Jonathan menjadi awal mula gol pertama PSIS malam ini. Tendangan bebas Jonathan yang tidak sempurna di blok oleh Andritany, berhasil di manfaatkan Hari Nur yang menerima bola muntah. Hari Nur pun membuka kran golnya pada musim ini, dan terus menambah perbendaharaan golnya di PSIS untuk menjadi top skor sepanjang masa tim.

Gol Hari Nur ini, membuat semangat anak asuhan Imran Nahumarury meningkat, apalagi ditambah derasnya hujan di Indomilk Arena ini, semangat untuk membuktikan PSIS tim Jago Becek semakin kuat.

Dua menit jelang berakhirnya waktu normal, PSIS berhasil samakan kedudukan. Jonathan Cantillana lagi-lagi menjadi aktor penting, tendangan bebasnya kali ini membuat pertahanan Persija kocar-kacir. Rohit Chand salah mengantisipasi free kick Jonathan, dan malah membuat bola masuk ke gawangnya sendiri. Skor berubah menjadi 2-2.

Benar-benar malam yang luar biasa pada debutnya PSIS bermain di Stadion Indomilk Arena Tangerang ini. Jelang berakhirnya laga, PSIS mendapati kartu kuning keduanya, kali ini Riyan Ardiyansyah yang mendapatkan kartu kuning dari wasit Iwan Sukoco. Bukan lagi mencetak gol penentu seperti di laga perdana melawan Persela, Riyan kali ini malah mengoleksi kartu kuning.

Wasit Iwan Sukoco pun akhirnya meniup peluit panjang, skor akhir pertandingan di Indomilk Arena, Persija 2-2 PSIS. Kedua tim, harus puas berbagi poin, namun hasil imbang ini layaknya menang bagi Mahesa Jenar. Bermain dengan status away, tanpa di perkuat pemain asing (pada babak pertama), hanya di latih pelatih caretaker (bukan mantan asistennya Antonio Conte, dan menang di lapangan yang becek.

Hasil imbang ini membuat PSIS mendapatkan satu poin dan naik ke posisi tiga klasemen sementara pekan kedua BRI Liga 1 2021, dengan empat poin di bawah Bali United dan Persib yang sama-sama mengoleksi enam poin dari dua kemenangan yang didapatnya.

Sekali lagi, apresiasi untuk PSIS, Local Pride! Jago Becek!

Susunan pemain:

Persija: Andritany (C), Yann Motta, Otavio Dutra, Rezaldi Hehanusa / Taufik Hidayat 90+1', Marco Motta, Rohit Chand, Tony Sucipto, Alfriyanto Nico / Fahmi 79', Riko Simanjuntak / Maman Abdurrahman 87', Osvaldo Haay / Purnomo 88', Marko Simic.
Pelatih: Angelo Alessio

PSIS: Jandia Eka Putra, Alfeandra Dewangga, Wahyu Prast, Fredyan Wahyu / Frendi Saputra 89', Pratama Arhan, Finky Pasamba, Reza Irfana / Jonathan Cantillana 65', Eka Febri / Fandi Eko Utomo 46', Komarodin / Andreas Ado 67', Septian David Maulana / Riyan Ardiyansyah 64', Hari Nur Yulianto (C).
Pelatih: Imran Nahumarury (caretaker)


Sabtu, 11 September 2021

Pre Match: Persija vs PSIS


 

PSIS bersiap untuk lanjutan BRI Liga 1 2021/2022 pekan kedua. Setelah sebelumnya berhasil meraih tiga poin saat jumpa Persela Lamongan, Laskar Mahesa Jenar di pekan kedua akan di uji juara Piala Menpora 2021, Persija Jakarta. Laga ini akan digelar pada hari Minggu, 12 September 2021 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang kick off 20.30 WIB dan akan di siarkan secara langsung oleh Indosiar.
Walau PSIS memiliki bekal tiga poin di laga perdana dan Persija hanya bermain imbang saat bertemu PS Sleman, pertandingan ini tidak akan mudah bagi Hari Nur dkk. Pasalnya, Persija yang di arsiteki oleh Allenatore asal Italia, Angelo Alessio tentunya akan bertekad mencari poin penuh pengganti yang tidak maksimal saat ditahan imbang PS Sleman.
Walau di tinggal Marc Klok yang pindah ke Persib Bandung, Persija masih memiliki beberapa pemain bintang yang layak di waspadai Coach Imran Nahumarury (pelatih caretaker PSIS). Pemain asing Persija, Yann Motta defender asal Brazil yang mencetak gol di pertandingan perdana, akan berduet dengan Otavio Dutra, pemain naturalisasi asal Brazil dipastikan akan berada di depan penjaga gawang timnas, Andritany. Sektor fullback, Persija memiliki marquee player asal Italia, Marco Motta di bek kanan, serta Rezaldi Hehanusa di bek kiri. Di cadangan, masih ada nama mantan pemain PSIS yang juga pemain terbaik Liga Indonesia 2006, Maman Abdurrahman. Pada posisi gelandang tengah, Rohit Chand asal Nepal kemungkinan akan berduet dengan Toncip (Tony Sucipto). Beralih ke sektor penyerangan, Osvaldo Haay dan Riko Simanjuntak yang berstatus pemain Timnas menjadi pemain yang wajib di waspadai pertahanan PSIS. Umpan-umpan silangnya wajib di putus sebelum bola mampu di terima penyerang asing asal Kroasia, Marko Simic yang kemungkinan akan berduet dengan Taufik Hidayat. Nama-nama potensial yang kemungkinan dimainkan dari bench yakni, Novri Setiawan, Alfriyanto Nico, Dwiki Arya, hingga pemain senior Ramdani Lestaluhu juga perlu di waspadai.
Berkaca dari match perdana saat menghadapi Persela, dimana Wallace Costa dan Rio Saputro yang di tarik keluar pada babak kedua, kemungkinan Alfeandra Dewangga (20 th) dan Wahyu Prast (23 th) yang akan dipasang di depan penjaga gawang Jandia Eka Putra. Dewa maupun Hulk harus siap berduel dengan Marko Simic yang berpostur tinggi besar. Posisi fullback Pratama Arhan dan Fredyan Wahyu masih belum tergantikan, dan akan berduel dengan inside forward Persija yang di kenal memiliki sprint cepat, Riko Simanjuntak dan Osvaldo Haay. Berpindah ke lapangan tengah, PSIS harus segera membuat Jonathan Cantillana ke form terbaiknya, karena Nerius Alom hampir dipastikan absen. Breaker atau gelandang pengangkut air hampir pasti ditempati Finky Pasamba. Permainan Finky yang lugas dalam duel di lini tengah akan beradu kuat melawan Rohit Chand. Jika ingin lebih menguasai permainan, Rohit Chand ini harus di hentikan kreatifitasnya. Jika Fandi Eko yang lebih offensive di mainkan, tugas Finky akan menjadi lebih berat, namun jika Eka Febri yang diturunkan, maka PSIS akan mengandalkan dua defensive midfielder untuk memutus bola menuju pertahanan dan memenangi duel lapangan tengah. Jonathan atau Septian David Maulana lebih di konsentrasikan menjadi playmaker. Sementara, Bruno Silva hampir pasti menjadi complete forward, dengan di dukung dua winger yang salah satunya kemungkinan di isi oleh Hari Nur. Bruno dan Hari Nur biasanya akan sering bertukar posisi. Sementara winger satunya lagi bisa di isi oleh Komarodin ataupun pencetak gol perdana, Riyan Ardiansyah. Masih ada kemungkinan juga, keduanya di tampilkan pada babak kedua, sembari menunggu "magic" dari Komarobben ataupun Riyan Ardiyansyah, dengan menampilkan kembali Septian David di sayap kanan (walau pada laga perdana kemarin, maaf kurang maksimal). Di bench, masih ada penyerang timnas kelompok umur, Bahril Fahreza yang sepertinya juga perlu di coba. Pemain asing yang baru di datangkan, Brian Ferreira sepertinya masih belum bisa diharapkan untuk tampil karena masih berkutat dengan cederanya.
Jadi, mari kita nantikan duel strategi dari pelatih Imran Nahumarury dan allenatore, Angelo Alessio.
Dari rekor pertemuan, PSIS dan Persija Jakarta sudah 26 kali bertemu sejak peleburan kompetisi Galatama dan Perserikatan. Dari 26 pertandingan mulai jaman Divisi Utama, Liga 1, Pertandingan Uji Coba, Turnamen Pra Musim Piala Emas Bang Yos, dan Copa Indonesia, Mahesa Jenar masih kalah dalam head to head pertemuan kedua tim dengan hanya meraih sembilan kemenangan, dua hasil imbang, dan sisanya lima belas kali kalah.

1 April 1999
Persija Pusat 0-1 PSIS
Ebanda Timothy
Semifinal Ligina V
Stadion Utama Gelora Bung Karno

16 Maret 2003
Persija 5-0 PSIS
Bepe 1', 58', Emmanuel Ayuk 10', 57', 70'
Liga Bank Mandiri
Stadion Lebak Bulus

14 Agustus 2003
PSIS 1-0 Persija
Khusnul Yakin 70'
Liga Bank Mandiri
Stadion Jatidiri

6 Desember 2003
Persija 3-2 PSIS
Ellie Aiboy 9', 90', De Porras 82'; Kwateh 20', 87'
Piala Emas Bang Yos I
Stadion Lebak Bulus

29 Februari 2004
Persija 1-0 PSIS
Chena 77'
Liga Bank Mandiri
Stadion Lebak Bulus

6 Oktober 2004
PSIS 1-0 Persija
Djibril 40'
Liga Bank Mandiri
Stadion Jatidiri

15 Desember 2005
PSIS 2-1 Persija
Maman Abdurrahman 70', Wanderson 88'; Hamka Hamzah 56'
Piala Emas Bang Yos III
Stadion Lebak Bulus

6 Maret 2005
Persija 2-1 PSIS
Agus Indra 26'pen, Francis Wewengkang 56'; Esaiah Pello Benson 47'
Liga Djarum
Stadion Lebak Bulus

31 Juli 2005
PSIS 1-0 Persija
Esaiah Pello Benson 13'
Liga Djarum
Stadion Jatidiri

16 September 2005
Persija 1-0 PSIS
Agus Indra 76'
Babak 8 Besar Liga Djarum
Stadion Utama Gelora Bung Karno

5 Februari 2006
Persija Jakarta 0-1 PSIS
Greg Nwokolo 65'
Liga Djarum
Stadion Lebak Bulus Jakarta

29 April 2006
PSIS 1-0 Persija Jakarta
M. Ridwan 86'
Liga Djarum
Stadion Jatidiri Semarang

3 Agustus 2006
PSIS 0-1 Persija
Batoum Roger 80'
Stadion Jatidiri
Copa Dji Sam Soe

8 Agustus 2006
Persija 1-0 PSIS
Agus Indra 51'
Stadion Lebak Bulus
Copa Dji Sam Soe

11 Desember 2006
Persija 2-0 PSIS
Fleitas 27', Ortizan 51'pen
Piala Emas Bang Yos IV
Stadion Lebak Bulus

4 April 2007
PSIS 3-0 Persija Jakarta
Khusnul Yakin 26’, Julio Lopez 47’, 89’
Liga Djarum
Stadion Jatidiri

5 September 2007
Persija Jakarta 2-2 PSIS
Robertino Pugliara 29’, Bambang Pamungkas 47’; M. Ridwan 5’, Indriyanto Nugroho 75’
Stadion Lebak Bulus
Liga Djarum

9 Juni 2007
Persija 1-0 PSIS
Aliyudin 86'
Stadion Lebak Bulus
Copa Dji Sam Soe

20 Juni 2007
PSIS 1-1 Persija
Hamka Hamzah 57'; Zoubairou 31'
Stadion Jatidiri
Copa Dji Sam Soe

7 September 2008
Persija Jakarta 5-0 PSIS
Bambang Pamungkas 66’, 71’, 81’, Aliyudin 68’, Greg Nwokolo 83’
Stadion Utama Gelora Bung Karno
ISL

14 Mei 2009
PSIS 0-1 Persija Jakarta
Herman Abanda 37’
Stadion Jatidiri Semarang
ISL

7 Februari 2015
PSIS 0-1 Persija Jakarta
Yevgeni Kabayev 63’
Stadion Jatidiri Semarang
Uji Coba

20 April 2018
PSIS 1-4 Persija Jakarta
Melkior 90+3'; Jaimerson 69', Udin Tahar og 81', Simic 85', Ramdani 90+2'
Stadion Sultan Agung Bantul
Liga 1

18 September 2018
Persija Jakarta 1-0 PSIS
Riko Simanjuntak 16'
Stadion Sultan Agung Bantul
Liga 1

26 Mei 2019
PSIS 2-1 Persija
Hari Nur 75', 77'; Ryuji 37'
Stadion Moch Subroto Magelang
Liga 1

15 September 2019
Persija 2-1 PSIS
Simic 45+3'pen, Rohit 53'; Septian David 63'
Stadion Patriot Candrabaga
Liga 1


Prakiraan Susunan Pemain:

Persija: Andritany, Yann Motta, Otavio Dutra, Rezaldi Hehanusa, Marco Motta, Tony Sucipto, Rohit Chand, Riko Simanjuntak, Osvaldo Haay, Ramdani Lestaluhu, Marko Simic.
Pelatih: Angelo Alessio

PSIS: Jandia Eka Putra, Alfeandra Dewangga, Wahyu Prast, Pratama Arhan, Fredyan Wahyu, Finky Pasamba, Fandi Eko Utomo, Jonathan Cantillana, Septian David Maulana, Hari Nur Yulianto, Bruno Silva.
Pelatih (Caretaker): Imran Nahumarury

Kamis, 09 September 2021

Uji Kedalaman Skuat PSIS saat Lawan Persija



PSIS di serang badai cedera jelang pekan kedua BRI Liga 1 2021 menghadapi Persija Jakarta. Pasalnya, Nerius Alom yang bermain gemilang saat melawan  Persela Lamongan di kabarkan cedera, menyusul Wallace Costa, Rio Saputro, dan Brian Ferreira. Absennya Neri Alom yang sebenarnya hanya tampil sebagai pengganti dipastikan akan mengurangi kekuatan Laskar Mahesa Jenar. Permainan tenangnya di lini tengah saat menggantikan Jonathan Cantillana pada babak kedua menghadapi Persela Lamongan membuat Alom dipuja-puja netizen di media sosial. Dengan tanpa hadirnya Alom di daftar susunan pemain, membuat Eka Febri berpeluang main entah menjadi pemain pengganti maupun pemain inti. Walau, besar kemungkinan trio Finky, Fandi, dan Jonathan yang akan diturunkan sejak menit awal.

Yang paling mengawatirkan sebenarnya ada pada posisi dua bek tengah yang kemungkinan akan ditinggalkan Wallace Costa dan M Rio Saputro. Praktis, hanya tersisa tiga nama bek tengah jika keduanya benar-benar absen. Alfeandra Dewangga, Wahyu Prast, dan pemain baru Syiha Buddin. Dua nama pertama sudah mendapatkan jam bermain di laga perdana kala menjadi pengganti dua bek tengah yang tak mampu bermain hingga laga berakhir. Meski berhasil clean sheet, namun kinerja Dewa dan Hulk (sapaan Wahyu Prast) belum benar-benar teruji, karena hanya mendapatkan lawan yang kemarin bermain tanpa pemain asing. Saat melawan Persija Minggu besok, lini belakang Mahesa Jenar akan di hadapkan dengan striker asing asal Kroasia, Marko Simic yang berpostur tinggi besar. Simic yang menjadi top skor pada Liga 1 musim 2019, harus menjadi motivasi bagi dua bek tengah muda PSIS untuk dapat mematikan pergerakannya dan membuat gawang Jandia Eka tetap tidak kebobolan. Semoga, Dewangga maupun Wahyu Prast mampu memainkan peran yang ditinggalkan Wallace dan M Rio jika keduanya diturunkan dan membantu PSIS meraih kemenangan kedua di BRI Liga 1 2021/2022.

Berikut daftar pemain PSIS yang cedera dan kemungkinan tak dapat di mainkan melawan Persija di pekan kedua:

Wallace Costa - Engkel

Brian Ferreira - Hamstring

Rio Saputro - Lutut

Nerius Alom - Selangkangan Bengkak

Farrel Arya - Lutut

Semoga, para pemain yang absen lekas sembuh dan dapat kembali membela PSIS.

Senin, 06 September 2021

Bismillah Training Center PSIS

Peletakan batu pertama atau ground breaking Training Center PSIS di Salamsari, Boja, Kab Kendal pada hari Senin 6 September 2021.

Bapak Junianto, selaku komisaris PSIS menyampaikan bahwa pembangunan TC PSIS ini merupakan salah satu program 5 tahun menuju PSIS Profesional, Modern yang Berprestasi dan Hebat.

Rencananya, Training Center ini akan selesai di bangun dalam waktu sekitar dua setengah tahun. Harus memperbaiki kontur tanah karena tanah tersebut merupakan bekas sawah.

Nantinya training center ini akan di lengkapi Lapangan, Lapangan Futsal, Lapangan Tenis, dan Museum PSIS.

Nantinya training center ini akan di lengkapi Lapangan, Lapangan Futsal, Lapangan Tenis, dan Museum PSIS.

Semoga di lancarkan dan tanpa kendala untuk Pembangunan Training Center PSIS ini, sehingga kelak akan muncul bibit-bibit unggul pesepakbola asal Jawa Tengah.

Minggu, 05 September 2021

MOTM PSIS vs Persela: Nerius Alom



Masuk di babak kedua menggantikan peran Jonathan Cantillana, Nerius Alom sukses memberikan perubahan positif pada permainan PSIS. Mas aL masuk pada babak kedua menit ke 56, berhasil memberikan assist kepada pemain pengganti lainnya, Riyan Ardiansyah yang berhasil memecah kebuntuan dengan gol semata wayang di menit-menit akhir babak kedua.

Nerius Alom sang pemberi assist, unggul tipis dari sang pencetak gol, Riyan Ardiyansyah dalam jajak pendapat pemilihan Man Of The Match pada pertandingan PSIS vs Persela sore kemaren.

Nerius Alom yang baru bergabung beberapa Minggu saja, seperti sudah memiliki chemistry dengan rekan-rekannya di Mahesa Jenar. Maklum saja, Alom pernah memperkuat PSIS pada musim 2018, bermain satu tim bersama Bruno Silva, Hari Nur, Frendi Saputra, Rio Saputro, hingga Jandia Eka Putra yang sudah bermain di PSIS sejak tahun tersebut.

Sesudah dari PSIS musim 2018, Neri Alom sempat berpetualang kembali di PSS, Sriwijaya FC, dan Mitra Kukar. Hingga pada akhirnya, Alom kembali bergabung dengan PSIS di awal musim BRI Liga 1 2021/2022.

Kedalaman skuat PSIS musim ini terbilang merata, apalagi di posisi central midfielder. Ada Finky Pasamba, Jonathan Cantillana, hingga Brian Ferreira. Belum lagi ada nama pemain muda seperti Eka Febri, Damas, Reza Irfana, dll. Penampilan Nerius Alom di laga perdana pasti akan membuat Pelatih lebih berpikir untuk memainkan Alom sejak awal pertandingan sebagai gelandang tengah.

Mau siapapun yang akan bermain, Pelatih pasti sudah memiliki data untuk di mainkan sebagai starter dan membantu PSIS meraih poin tiga di setiap pertandingan yang di jalani.

Yoh iso yoh!



Sabtu, 04 September 2021

PSIS Raih Kemenangan Perdana di Liga 1

 


PSIS berhasil meraih kemenangan pada laga perdana BRI Liga 1 2021/2022 saat mengalahkan Persela Lamongan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi dengan skor 1-0. Gol tunggal kemenangan Laskar Mahesa Jenar baru tercipta saat injury time babak kedua, tepatnya pada menit ke 90 melalui Riyan Ardiansyah yang berhasil merangsek masuk ke sisi kanan pertahanan Persela dan lepaskan tembakan keras ke pojok gawang yang gagal di amankan penjaga gawang Dwi Kuswanto. Skor 1-0 untuk kemenangan PSIS ini merupakan kemenangan perdana di laga perdana sejak PSIS bermain di Liga 1 mulai tahun 2018. Pada 2018, di laga perdana PSIS takluk 2-0 dari tuan rumah PSM Makassar. Sementara pada tahun 2019, Mahesa Jenar bahkan harus malu di kandang saat kalah 1-2 dari Kalteng Putra, tim yang akhirnya degradasi pada akhir musim. Terakhir, pada Liga 1 musim 2020 yang akhirnya dihentikan karena pandemi, PSIS juga harus menerima kekalahan saat jumpa Persipura dengan skor 2-0 di Stadion Klabat Manado. Kemenangan di laga perdana ini, harus di syukuri karena akan membuat rasa percaya diri tim meningkat dalam mengikuti gelaran BRI Liga 1 2021/2022.
Permainan anak asuhan Imran Nahumarury sebenarnya tidak terlalu baik. Terlalu sering bermain long ball, sering kehilangan bola, dan kurang mampu memanfaatkan peluang. Bola mati yang sering di dapatkan juga banyak terbuang sia-sia. Free kick Jonathan di awal babak menit ke dua yang melebar, tendangan bebas dari Bruno Silva dan Septian David yang mendapat kesempatan untuk mencetak gol pembuka juga masih belum mengubah skor pada babak pertama. Bisa dikatakan deadlock, karena terlalu sering gagal memanfaatkan peluang dari open play, maupun dari bola mati. Permainan bertahan yang mengandalkan serangan balik dari Persela juga cukup berbahaya dan merepotkan lini pertahanan PSIS yang di galang kapten tim, Wallace Costa. Bek asal Brasil ini bermain tenang mengkoordinir lini pertahanan hingga gawang PSIS aman pada babak pertama. Namun sayangnya, Wallace Costa tidak mampu melanjutkan permainan hingga menit akhir karena mengalami cedera dan di gantikan oleh Wahyu Prast. Sebelumnya awal babak kedua di mulai, Rio Saputro yang menjadi tandem dari Wallace juga di ganti oleh pemain muda, Alfeandra Dewangga.
Permainan keras Persela juga dibuktikan dengan banyaknya kartu kuning yang diterima. Mulai dari Zaenuri yang melanggar Bruno Silva, Ahmad Bustomi yang masang kaki ke Wallace Costa, hingga Nasir Buya yang melanggar Riyan Ardiansyah di penghujung laga. Sedangkan, pemain PSIS tidak ada satupun yang menerima kartu kuning.
Babak pertama yang monoton membuat pelatih sementara PSIS, Imran Nahumarury melakukan beberapa pergantian pemain. Awal babak kedua, M Rio di gantikan Alfeandra Dewangga, sepuluh menit kemudian Jonathan yang bermain di bawah form terbaiknya keluar digantikan oleh Nerius Alom. Disusul oleh Wallace yang tak mampu lanjutkan laga dan di gantikan oleh Wahyu Prast. Masuknya Alom membuat permainan anak asuh Imran Nahumarury menjadi lebih baik. Bola-bola yang di gulirkan menjadi lebih lancar, walau akhirnya peluang demi peluang tetap gagal membuahkan gol. Persela sendiri juga bukan tanpa peluang. Ibrahim Kosepa yang menjadi striker sempat mendapatkan peluang, namun penampilan tenang Jandia Eka mampu mengamankan gawang PSIS dari kebobolan. Serangan sayap Persela yang di isi Abiyoso di kiri dan Malik Risaldi di kanan juga kerap membuat Fredyan dan Arhan sebagai fullback menjadi kerap tertahan untuk membantu menyerang dan sibuk mengantisipasi serangan sayap cepat Persela.
Menit ke 77, pelatih Imran Nahumarury melakukan pergantian pemain terakhirnya, dengan memasukan Komarodin dan Riyan Ardiyansyah untuk menggantikan Fandi Eko Utomo dan Septian David Maulana yang terlihat kehabisan bensin. Masuknya dua pemain ini membuat serangan PSIS lebih bertenaga. Hasilnya, di penghujung laga tepatnya menit ke 90, Riyan Ardiyansyah berhasil memecah kebuntuan. Tendangan keras kaki kanannya di sisi kanan pertahanan Persela mampu mengoyak jala gawang Persela yang di jaga Dwi Kuswanto. Menerima umpan Nerius Alom yang juga pemain pengganti, Riyan dengan cerdik melewati pemain belakang lawan dan mampu lesatkan bola tanpa mampu di tahan kiper Persela. Selebrasi kemenangan pun pecah berkat gol tunggal tersebut. Skor 1-0 menjadi akhir dari sebuah laga pembuka BRI Liga 1 antara PSIS maupun Persela dan membuat PSIS raih tiga poin perdananya.

Susunan pemain:

PSIS: Jandia Eka Putra; Wallace Costa (C)/Wahyu Prast 57', M Rio/Alfeandra Dewangga 46', Pratama Arhan, Fredyan Wahyu; Finky Pasamba, Jonathan Cantillana/Nerius Alom 56', Fandi Eko/Riyan Ardiyansyah 77', Septian David Maulana/Komarodin 77', Hari Nur, Bruno Silva.
Pelatih: Imran Nahumarury.

Persela: Dwi Kuswanto (C); Zaenuri, Andri Muliadi, Birrul Walidain, Nasir Buya; Ahmad Bustomi, Hermawan, Syahroni, Malik Risaldi, Riyatno Abiyoso/Naufal Rahmanda 77'; Ibrahim Kosepa/Revan Joni 70'.
Pelatih: Iwan Setiawan.